Home Berita Utama Capacity Building Kehumasan BI Kepri di Gedung Antara Heritage, Berbagi Tips Menulis...

Capacity Building Kehumasan BI Kepri di Gedung Antara Heritage, Berbagi Tips Menulis Berita Ekonomi hingga Keliling Museum

Capacity Building Kehumasan BI Kepri di Gedung Antara Heritage, Berbagi Tips Menulis Berita Ekonomi hingga Keliling Museum
Capacity Building Kehumasan BI Kepri di Gedung Antara Heritage, Berbagi Tips Menulis Berita Ekonomi hingga Keliling Museum
Banner DPRD Batam 2026

JAKARTA – Sebanyak 25 orang jurnalis di Provinsi Kepri mendapat kesempatan mengikuti Capacity Building Kehumasan Tahun 2025 yang digelar di Antara Heritage Centre, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Kegiatan selama 2 hari di Jakarta ini, merupakan apresiasi bagi jurnalis dari berbagai media dan platform yang mengikuti lomba menulis Opini dan Feature dengan Tema QRIS.

Adapun, pemenang lomba tulisan telah diumumkan beberapa waktu lalu. Hadir juga dalam kegiatan Capacity Building Kehumasan Tahun 2025, Sekretaris Diskominfo Provinsi Kepri serta Asisten Direktur BI Perwakilan Provinsi Kepri.

Asisten Direktur BI Perwakilan Provinsi Kepri, Adik Afrinaldi menekankan akan pentingnya kualitas pemberitaan ekonomi akurat akan berdampak positif bagi masyarakat.

“Semoga melalui kegiatan Capacity Building Kehumasan ini, dapat memberikan manfaat bagi jurnalis dalam memperluas pengetahuannya khususnya dalam pemberitaan ekonomi. Sehingga bisa menghasilkan sinergi dalam sebuah informasi yang mudah dipahami dan di mengerti oleh masyarakat,” kata Adik dalam sambutannya.

Adapun, agenda kunjungan ke Antara Heritage Centre Jakarta selain mengenal sejarah kantor berita pertama di Indonesia, juga sharing berbagi ilmu tentang pemberitaan ekonomi.

Hadir sebagai pembicara pertama adalah Indra Arief Iskandar, Koordinator Liputan Ekonomi Kantor Berita Antara menjelaskan apa itu kantor berita dan sudut pandang menulis berita ekonomi berdasarkan standar dari Kantor Berita Antara.

Dipaparkan Indra Arief, membuat sebuah berita ekonomi yang berpengaruh dan memiliki dampak signifikan bagi suatu daerah hingga pertumbuhan ekonomi, kiranya memerlukan perjuangan yang tidak mudah.

Mengingat, membuat sebuah berita ekonomi harus dilengkapi dengan data-data factual dan verifikasi yang kemudian mengolahnnya sehingga memberikan dampak. Baik bagi para pembaca maupun suatu daerah.

“Oleh karena itu, sebuah wartawan ekonomi yang bekerja di media maupun kantor berita harus bisa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, memverifikasi keakuratan beritanya hingga akhirnya menyebarkan luaskannya kepada publik melalui berbagai platform media,” tegas Indra.

Pihaknya juga menegaskan, sebuah berita ekonomi yang berkualitas juga harus disesuaikan dengan kondisi saat ini atau aktul. Serta di dasarkan pada fakta-fakta yang dapat diverifikasi, bukan opini atau spekulasi.

Selain itu, dalam penyampaian informasi tadi harus dilakukan secara objektif, tanpa memasukkan opini atau pandangan pribadi yang dapat mempengaruhi pembaca.

“Dan berita ekonomi yang disajikan harus menarik perhatian pembaca dan mudah dipahami, dengan menggunakan bahasa yang jelas dan ringkas,” tegasnya.

Dan yang terpenting adalah, tambahnya, Kantor Berita juga harus tunduk pada kode etik jurnalistik.

“Kantor berita harus mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya, termasuk menjaga independensi, objektivitas, dan akurasi berita. Dengan hal ini, kantor berita berperan penting dalam menyediakan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat,” terangnya.

Capacity Building Kehumasan BI Kepri di Gedung Antara Heritage

Sedangkan untuk pembicara kedua adalah jurnalis Senior LKBN Antara, Muhammad Arief Iskandar atau diakrab disapa MUAI. Adapun materi yang paparkan mengenai ragam fenomena yang mangarah pada berita Hoaks. Beragam contoh-contoh hoaks yang hingga saat ini masih menjadi catatan penting bagi Jurnalis di seluruh Indonesia.

Diantaranya, fenomenaa kebohongan anak mengaji dalam perut terjadi pada tahun 1970-an. Dimana beredar berita tentang bayi ajaib dalam kandungan ibunya yang bisa berbicara dan membaca Al-Quran. Perempuan yang dikabarkan mengandung bayi ajaib itu bernama Cut Zahara Fona asal Aceh.

Walhasil masyarakat pun berbondong-bondong mendatangi rumah Cut Zahara Fona. Mereka ingin menjadi saksi atas fenomena ajaib itu. Bahkan Mereka rela antre demi bisa menempelkan kuping di perut si ibu dan mendengar langsung janinnya berbicara dan membaca Al-Quran.

“Publik akhirnya mengetahui bila Cut Zahara Fona sebetulnya sekadar cari uang dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi pada masa itu. Pada era 1970-an, tape recorder yang masih asing di Indonesia,” terangnya.

Selain itu, tambahnya, Hoaks selanjutnya adalah kesaksian Nayirah yang memberikan kesaksian palsu. Dan kesaksian ini diliput dan disebarluaskan oleh media. Sejumlah senator dan Presiden George H. W. Bush menggunakan kesaksian ini sebagai salah satu alasan mendukung Kuwait dalam Perang Teluk.

Kegiatan di Antara Heritage dilanjutkan dengan berkunjung ke ruang redaksi Antara dan berakhir di gedung museum Lantai 2 Antara. Dijelaskan juga, Antara Heritage bisa dikunjung secara terbuka bagi masyarakat yang ingin mengetahui tentang dunia kewartawanan. Selian, itu, karena sudah berbentuk BUMN, Gedung Antara Heritage juga menyewakan dua ruang utama untuk kegiatan rapat atau acara dengan skala sedang.(*)

@wartakepri Berita TikTok – Kegiatan Capacity Building Kehumasan BI Kepri di Gedung Antara Heritage Jakarta, Jika Beruntung Ada Penampakan Putri Belanda Malam Hari 2025 #wartakepri #wartakepritv #kepri #antara #kantorberitaantara #antaraheritagecenter #BIKepri #mediabatam ♬ original sound – WARTAKEPRI TV

Editor : Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri