WARTAKEPRI.co.id – Harga emas Antam hari ini, Sabtu 27 September 2025 kembali naik setelah di Kamis dan Jumat sempat merosot. Harga emas Antam 24 karat naik Rp 4.000 per gram jadi Rp 2.175.000 per gram dan melanjutkan tren rekor baru alias all-time high (ATH).
Berdasarkan situs Logam Mulia Antam, Jumat (26/9/2025), satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 1.137.500. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 21.245.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.115.600.000.
Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam berada di rentang Rp 2.090.000 – 2.174.000 per gram. Sedangkan dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas Antam berada di Rp 1.932.000 – 2.175.000 per gram.
Sementara untuk buyback, harga emas juga ikut naik Rp 4.000 per gram menjadi Rp 2.022.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Berikut rincian Harga Emas Antam Hari Ini dari 1 Gram hingga 1.000 Gram, Jumat (26/9/2025).
Harga emas 0,5 gram: Rp 1.137.500
Harga emas 1 gram: Rp 2.175.000
Harga emas 2 gram: Rp 4.290.000
Harga emas 3 gram: Rp 6.410.000
Harga emas 5 gram: Rp 10.650.000
Harga emas 10 gram: Rp 21.245.000
Harga emas 25 gram: Rp 52.987.000
Harga emas 50 gram: Rp 105.895.000
Harga emas 100 gram: Rp 211.712.000
Harga emas 250 gram: Rp 529.015.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.057.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.115.600.000
Demikian rincian harga emas hari ini keluaran Antam 1 gram hingga 1.000 gram, Jumat (26/9/2025).
Analisa redaksi WartaKepri.co.id potensi harga emas akan terus naik seiring situasi negara negara seluruh dunia mempublikasi kesiapsiagaaan pasukan militer. Bahkan, parade militer menjadi trand diseluruh dunia. Dampaknya, pasar dan masyarakat akan berpikir dua kali untuk beli produk non konsumtif. Maka pasar akan kembali berburu emas. (*)
Sumber : Detik
Editor : Dedy Suwadha






























