
KEDIRI – Sebuah video yang memperlihatkan ratusan santri ikut mengecor bangunan bertingkat di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, viral di media sosial. Fenomena ini ramai diperbincangkan publik, terlebih usai tragedi runtuhnya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, pada Senin 29 September 2025.
Menanggapi hal tersebut, pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Oing Abdul Muid atau Gus Muid, menegaskan bahwa keterlibatan santri bukanlah paksaan.
“Kita tidak ada arahan kepada para santri. Mereka sendiri yang mau membantu pembangunan gedung ini, ya itu dianggap amal jariyah dan bisa dapat pahala,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan fasilitas di Ponpes Lirboyo tidak sepenuhnya dikerjakan santri. Dalam keseharian, tukang profesional tetap menjadi tenaga utama, sementara santri hanya membantu pada momen tertentu.
Menurut Gus Muid, tradisi santri ikut membangun fasilitas sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Ponpes Lirboyo berdiri pada 1910. “Dulu pendiri Lirboyo, Kiai Abdul Karim, tidak pernah berencana membangun tempat tinggal santri. Ketika ada yang ingin mondok, beliau menjawab ‘sampeyan bikin sendiri’. Jadi sejak dulu, kamar santri ya dibuat oleh santri sendiri,” ungkapnya.
@wartakepri Berita TikTok – Penjelasan Pihak Ponpes Lirboyo Kediri Paska Viral Santri Ikut Ramai Ramai Ikut Ngecor Bangunan Pesantren 2025 #Ponpes #Pesantren #Santri #infoterkini #penyelamatan #SAR #Evakuasi #PonpesAlKhoziny #MediaSosial #AlKhoziny #Sidoarjo #evakuasi #roboh ♬ suara asli – WARTAKEPRI TV
Sumber : pikiran-rakyat.com
























