
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Berdasarkan laporan publikasi keuangan hasil merger, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tuah Karimun, memulai tutup buku akhir tahun dengan kerugian.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang perbankan tersebut sejak awal hanya berfungsi sebagai tempat meminjam uang, sehingga tidak mampu menyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari data 3 tahun terakhir, terhitung sejak 2022 hingga 2024, BPR Tuah Karimun menjadi satu-satunya BUMD yang sama sekali tidak menyumbang untuk PAD Karimun.
Bupati Karimun, Iskandarsyah yang baru menjabat pada Maret 2025 (setelah retreat), kudu memutar otak berupaya agar BPR Tuah Karimun tidak terus merugi.
“Pertama kami melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) dan memang selama ini BPR Tuah Karimun mengalami kerugian besar,” ujar Iskandarsyah, Jum’at, 31 Oktober 2025.
“Jadi yang kami lakukan saat ini berupaya menyelamatkan BPR Tuah Karimun agar BUMD ini kita tidak bangkrut,” tambah Bupati.
Ia menambahkan, salah satu langkah yang diambil adalah, dengan merombak susunan direksi serta mengadakan transaksi keuangan di BPR Tuah Karimun tersebut.
“Kami menunjuk Wan Abdul Rahman untuk menjadi direktur, lantaran Dia memiliki pengalaman puluhan tahun di Bank Riau Kepri, dengan harapan agar BPR Tuah Karimun dapat menyumbang PAD,” katanya.
Bupati membandingkan, beberapa BPR yang dimiliki daerah lain sudah mampu menyumbang PAD bagi daerahnya, sementara BPR Tuah Karimun masih terus merugi.
“Pihak swasta sebenarnya sudah menawarkan untuk mengelola BPR Tuah Karimun, mereka siap menggelontorkan penyertaan modal, hanya saja menolak tawaran tersebut karena kami masih ingin berupaya dan berjuang agar BUMD kita mendapatkan keuntungan,” pungkasnya.
Pihaknya menyadari, berbagai persoalan seperti tunggakan pinjaman dan biaya operasional yang membengkak menjadi kendala dalam upaya memperbaiki BPR Tuah Karimun.
“Untuk itu kami mohon dukungan dan do’a dari seluruh pihak agar kami bisa memperbaiki kembali BPR Tuah Karimun ini. Kalau BPR ini nantinya sudah membaik, yang diuntungkan tetap kita juga karena akan banyak program-program seperti support pendanaan untuk usaha dan lainnya,” paparnya.
Jika nanti kondisinya membaik, kata Bupati, BPR Tuah Karimun sendiri sudah mempersiapkan skema pinjaman tanpa agunan.
“Apapun kebijakan yang kami ambil saat ini tujuannya adalah untuk kita bersama, tidak ada maksud untuk kepentingan apapun, karena kami juga sudah memberikan solusi untuk kebijakan yang kami lakukan ini,” tandasnya.(Junizar)





























