
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan ketangguhan di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan Ekonomi Kepri impresif sebesar 7% (yoy), melampaui rata-rata nasional yang mencapai 5,04% (yoy). Capaian ini sekaligus menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan ketiga tertinggi secara nasional.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri menyampaikan hal tersebut dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Batam, Jumat (28/11/2025). Ia mewakili Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P., yang menghadiri acara serupa di Jakarta.
Menurut BI, pertumbuhan ekonomi Kepri masih ditopang oleh sektor-sektor utama seperti industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, dan perdagangan. Dari sisi pengeluaran, kinerja investasi, ekspor neto, serta konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pendorong pertumbuhan.
Inflasi Terkendali, Stabilitas Terjaga
Di tengah laju pertumbuhan yang kuat, inflasi nasional dan daerah tercatat stabil berkat sinergi kebijakan moneter dan fiskal antara BI dan pemerintah. Inflasi Kepri pada Oktober 2025 sebesar 0,36% (mtm) atau 3,01% (yoy) — tetap berada dalam sasaran nasional.
Capaian ini mencerminkan efektivitas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kepri, yang dijalankan konsisten melalui strategi 4K: Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, Ketersediaan pasokan, dan Komunikasi efektif.
Perbankan dan Digitalisasi Dorong Ekonomi Daerah
Kinerja positif juga terlihat dari sektor perbankan, dengan pertumbuhan kredit, aset, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap terjaga disertai rasio Non-Performing Loan (NPL) rendah. Kondisi ini memastikan stabilitas sistem keuangan Kepri tetap solid.
Selain itu, BI terus memperluas digitalisasi sistem pembayaran melalui pengembangan infrastruktur QRIS, BI-Fast, APMK, dan uang elektronik. Transaksi digital di Kepri meningkat pesat, baik dari sisi jumlah pengguna, merchant, volume, maupun nominal.
BI Kepri juga aktif mendorong QRIS cross-border, terutama untuk mendukung transaksi lintas negara di sektor pariwisata, mengingat posisi strategis Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan Ekonomi Daerah
Sepanjang 2025, sinergi lintas instansi terus diperkuat melalui berbagai tim kerja, seperti TP2ED, TPID, dan TP2DD. BI juga aktif mendorong kegiatan ekonomi daerah melalui sejumlah event strategis:
– Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) – total penjualan Rp2,98 miliar, melibatkan 98 UMKM syariah.
– Gebyar Melayu Pesisir (GMP) – realisasi penjualan Rp3,70 miliar dan business matching pembiayaan Rp3,25 miliar.
– Creative & Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL) – 126.353 transaksi digital melalui QRIS.
Proyeksi 2026: Optimisme di Tengah Tantangan Global
Ke depan, perekonomian Kepri tetap dihadapkan pada tantangan global dan dinamika perdagangan internasional. BI menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter perlu terus diperkuat untuk memperkokoh daya tahan ekonomi dan menjaga inflasi.
Sejumlah langkah strategis yang direkomendasikan BI antara lain:
– Meningkatkan investasi melalui optimalisasi Kawasan Industri, Proyek Strategis Nasional (PSN), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
– Mendorong pertumbuhan sektor maritim dan pariwisata sebagai sumber ekonomi baru.
– Melanjutkan GNPIP secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga pangan.
Dengan langkah tersebut, pertumbuhan ekonomi Kepri diproyeksikan mencapai 6,5–7,3% pada 2025 dan 6,4–7,2% pada 2026, dengan inflasi tetap terkendali pada kisaran 2,5 ± 1% (yoy).
Apresiasi Sinergi dan Kolaborasi
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepri melalui Penjabat Sekretaris Daerah Kepri menyampaikan optimisme terhadap ketahanan ekonomi daerah yang disertai inflasi terkendali dan penguatan digitalisasi keuangan.
Ia menegaskan, kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kepri.
Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia menganugerahkan Gurindam Award 2025 kepada delapan mitra strategis dari unsur instansi, perbankan, korporasi, dan UMKM atas kontribusinya dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah. (*/r/bikepri)
Editor : Dedy Suwadha






























