
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), dihebohkan dengan kabar tak sedap dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Karimun.
Program mulia untuk pemenuhan gizi justru dinodai dugaan aksi culas oleh oknum orang dalam yang tega menilep uang dapur.
Dua oknum pekerja berinisial N (Koki) dan KD (Akuntan) resmi dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN), setelah terendus melakukan dugaan manipulasi anggaran yang bikin geleng-geleng kepala.
Modus nota palsu dan gasak barang-barang dapur
Bukan jumlah yang sedikit, kerugian akibat ulah duet maut ini ditaksir mencapai Rp100 juta.
“Bayangkan, dana yang seharusnya lari ke piring masyarakat, diduga justru lari ke kantong pribadi dengan cara-cara kotor,” ujar Qila, selaku mitra SPPG Karimun yang merasa dikhianati, Rabu, 17 Desember 2025.
Ia pun tidak tinggal diam. Pihaknya telah mengonfirmasi bahwa kasus ini sudah sampai ke meja pusat.
“Sudah kami laporkan ke BGN dan sudah ditanggapi. Kami sekarang sedang menunggu instruksi dan arahan, apakah lanjut ke jalur hukum atau ada tindakan tegas lainnya,” tegas Qila.
Tidak hanya itu saja, kata Qila, para pelaku diduga kuat memalsukan bukti belanja barang dapur.
“Mengambil barang-barang milik dapur untuk kepentingan pribadi hingga memanfaatkan posisi vital sebagai pemegang keuangan dan pengolah makanan,” pungkasnya.
Qila berharap kejadian ini menjadi pelajaran pahit agar tidak ada lagi oknum yang mencoba bermain api dengan uang rakyat.
“Kedepan kita berharap para pekerja bersikap profesional dan jujur. Jangan sampai karena haus uang, malah berakhir di balik jeruji besi,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis Maulana























