
WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menghadiri rapat konsolidasi bersama kasatpel, mitra, dan yayasan yang dipimpin Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, di Aston Batam Hotel & Residence, Kamis (2/4/2026).
Rapat tersebut membahas optimalisasi pemantauan dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian dari penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam arahannya, Sony Sonjaya menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelibatan UMKM, koperasi, dan BUMD.
“Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi upaya meningkatkan kualitas SDM sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Seluruh mitra diwajibkan menyampaikan laporan harian secara terbuka kepada masyarakat, mulai dari menu makanan, kandungan gizi, hingga rincian harga bahan pangan.
“Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban publik. Sampaikan dengan bangga bahwa makanan yang diberikan telah memenuhi standar gizi dan dikelola secara jujur,” tegasnya.
Sony juga mengungkapkan bahwa di Provinsi Kepulauan Riau saat ini telah beroperasi ratusan SPPG yang melibatkan banyak pemasok dan tenaga kerja, serta menjangkau ratusan ribu penerima manfaat. Meski demikian, peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama pada tahun 2026, termasuk pemenuhan standar kelayakan dan sertifikasi.
“Niatkan program ini sebagai pengabdian untuk memberikan gizi terbaik bagi anak-anak. Keuntungan adalah bonus, bukan tujuan utama,” tambahnya.
Sementara itu, usai kegiatan, Sekda Zulhidayat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG di daerah. Pemerintah Kota Tanjungpinang, kata dia, siap bersinergi dengan seluruh pihak agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Koordinasi dan pengawasan yang baik menjadi kunci keberhasilan. Kami akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program, termasuk pelaporan rutin terkait kualitas dan kandungan gizi makanan. Menurutnya, keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi sarana pengawasan bersama.
“Harapan kami, seluruh pihak menjalankan peran dengan penuh tanggung jawab dan integritas, sehingga program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi penerus di Kota Tanjungpinang,” pungkasnya. (*)
Sumber : Pemko Batam




























