
WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, resmi melantik Dewan Kebudayaan Kepri masa bakti 2026–2031 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (17/4/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Rida K Liamsi dipercaya sebagai Ketua Umum dengan gelar Dato Seri Lela Budaya, didampingi Juramadi Esram sebagai Ketua.
Pembentukan Dewan Kebudayaan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Nomor 1305 Tahun 2025 dan diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan di bidang kebudayaan.
Gubernur Ansar menegaskan, keberadaan dewan ini memiliki peran penting dalam memberikan rekomendasi serta mengawal program pelindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan secara berkelanjutan.
“Melibatkan akademisi, seniman, dan budayawan menjadi kunci agar kebudayaan daerah terus berkembang dan tetap relevan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Indonesia. Dari total 2,27 juta penduduk, sekitar 29,97 persen atau 680 ribu lebih merupakan masyarakat Melayu.
Namun demikian, Ansar mengingatkan bahwa budaya Melayu saat ini menghadapi tantangan serius, terutama akibat derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai tradisional.
“Sebagai suku Melayu, kita dihadapkan pada tantangan besar, terutama derasnya arus globalisasi yang dapat mengikis nilai-nilai pelestarian kebudayaan di Negeri Segantang Lada,” tegasnya.
Ansar juga menekankan pentingnya pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia menyebut terdapat sepuluh objek pemajuan kebudayaan, mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, hingga olahraga tradisional.
Menurutnya, seluruh objek tersebut mencerminkan kekayaan identitas, nilai, dan kearifan lokal masyarakat, khususnya dalam khazanah budaya Melayu Kepulauan Riau.
“Budaya Melayu sarat dengan nilai adab, budi pekerti, serta kearifan maritim yang harus terus dijaga dan diwariskan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kepri, Rida K Liamsi, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan lembaga ini sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah budaya Melayu.
Ia menegaskan bahwa Dewan Kebudayaan akan fokus pada penguatan identitas budaya daerah serta mendorong kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menjadikan Dewan Kebudayaan sebagai ruang bersama untuk merawat, melindungi, dan mengembangkan khazanah budaya Melayu agar tetap hidup dan relevan,” ujar Rida.
Ia juga berharap Dewan Kebudayaan dapat aktif memberikan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada pelestarian budaya lokal.
“Kami ingin kebudayaan menjadi arus utama dalam pembangunan daerah, sehingga identitas Melayu tetap kokoh dan menjadi kebanggaan bersama,” tutupnya.(*)
Editor : Dedy Suwadha


























