Home Internasional Sri Wangsa Batik House Hidupkan Warisan Batik Johor dan Tarik Wisatawan ke...

Sri Wangsa Batik House Hidupkan Warisan Batik Johor dan Tarik Wisatawan ke Kampung Bahagia Mersing

Berlokasi di Kampung Bahagia, Mersing, Johor, Sri Wangsa Batik House menawarkan pengalaman berbeda dari sekadar berwisata.
Berlokasi di Kampung Bahagia, Mersing, Johor, Sri Wangsa Batik House menawarkan pengalaman berbeda dari sekadar berwisata.

 

WARTAKEPRI.co.id MERSING – Di tengah pesona wisata bahari Mersing yang terkenal dengan gugusan pulau eksotisnya, terdapat sebuah destinasi budaya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Namanya Sri Wangsa Batik House, rumah batik yang menjadi penjaga warisan seni tradisional Johor sekaligus magnet baru bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya lokal lebih dekat.

Berlokasi di Kampung Bahagia, Mersing, Johor, Sri Wangsa Batik House menawarkan pengalaman berbeda dari sekadar berwisata. Di tempat ini, pengunjung diajak menyelami proses lahirnya selembar kain batik, mulai dari menggambar motif hingga proses pewarnaan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi.

Aroma malam yang khas berpadu dengan warna-warni batik menciptakan suasana hangat yang membuat setiap pengunjung merasa dekat dengan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

“Sudah 15 tahun kami berdiri,” ujar Nadia, pengelola Sri Wangsa Batik House, saat menyambut rombongan tamu dari Indonesia dan Malaysia, termasuk Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepulauan Riau, Jumat (19/6/2026).

Dari Studio Kecil Menjadi Ikon Batik Johor

Perjalanan Sri Wangsa Batik House dimulai dari sebuah studio sederhana di pusat Kota Mersing. Namun tiga tahun lalu, Nadia memutuskan memindahkan usahanya ke kampung halaman di Kampung Bahagia.

Keputusan tersebut justru membawa perubahan besar. Kini, Sri Wangsa dikenal sebagai satu-satunya rumah batik yang aktif beroperasi di wilayah Johor dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi wisatawan saat berada di Mersing.

Tak heran jika rumah batik ini rutin menerima kunjungan pelajar, wisatawan domestik, hingga tamu mancanegara yang ingin belajar tentang seni membatik.

Wisatawan Diajak Membatik Langsung

Salah satu daya tarik utama Sri Wangsa adalah pengalaman interaktif yang diberikan kepada pengunjung.

Wisatawan tidak hanya melihat koleksi batik yang telah selesai diproduksi, tetapi juga dapat menyaksikan langsung para perajin bekerja membuat motif di atas kain. Bahkan, pengunjung diberi kesempatan mencoba membatik sendiri menggunakan teknik batik lukis maupun batik cap.

Pada kunjungan FJP Kepri dan sejumlah influencer dari Kuala Lumpur, suasana rumah batik tampak hidup. Para peserta dengan antusias mencoba menggoreskan warna di atas kain putih, merasakan sendiri tingkat kesulitan dan kesabaran yang dibutuhkan dalam setiap proses membatik.

“Kami dalam menerima karyawan, yang kami lihat bukan kepandaian, tetapi kesabaran. Karena membatik itu membutuhkan kesabaran,” kata Nadia sambil tersenyum.

Angkat Kekayaan Alam Johor ke Dalam Motif Batik

Di balik setiap karya yang dihasilkan, terdapat sentuhan kreativitas enam orang perajin yang setiap hari bekerja di Sri Wangsa Batik House.

Motif-motif yang dihasilkan sebagian besar terinspirasi dari kekayaan alam Johor, mulai dari tumbuhan tropis hingga aneka buah-buahan yang menjadi identitas daerah.

“Setiap hari ada enam orang yang bekerja membuat batik. Hari Jumat biasanya hari cuti,” ujar Nadia.

Keunikan lainnya, Sri Wangsa menerapkan konsep minim limbah dalam proses produksinya. Potongan kain dan sisa bahan batik tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi berbagai produk kerajinan tangan bernilai ekonomi.

“Tidak ada yang terbuang di sini. Sisa kain batik bisa diolah menjadi berbagai produk handicraft seperti dompet dan aksesori lainnya,” jelas Nadia.

Siapkan Ekspansi Sambut Lonjakan Wisatawan

Meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata budaya membuat Sri Wangsa terus berkembang. Hampir setiap hari, rumah batik ini menerima kunjungan rombongan sekolah, komunitas, hingga wisatawan internasional.

Tingginya jumlah pengunjung membuat kapasitas lokasi saat ini mulai terasa terbatas. Untuk itu, Nadia telah menyiapkan rencana pengembangan fasilitas.

“Tanah di samping ini baru saja kami beli. Rencananya akan dijadikan area parkir untuk menampung lebih banyak pengunjung,” ungkapnya.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa wisata budaya memiliki potensi besar untuk tumbuh berdampingan dengan wisata bahari yang selama ini menjadi andalan Mersing.

Destinasi Wajib bagi Pecinta Budaya

Di tengah derasnya arus modernisasi, Sri Wangsa Batik House hadir sebagai ruang yang menjaga identitas budaya tetap hidup. Dari sebuah kampung kecil di Mersing, rumah batik ini terus menebarkan warna-warni tradisi Johor kepada generasi muda dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Mersing, Sri Wangsa Batik House menawarkan lebih dari sekadar kain bermotif indah. Tempat ini menghadirkan pengalaman budaya yang autentik, mempertemukan pengunjung dengan para perajin, serta memperlihatkan bagaimana sebuah warisan tradisi terus bertahan dan berkembang di era modern.

Tak lengkap rasanya menjelajahi Mersing tanpa singgah ke Sri Wangsa Batik House, tempat di mana setiap goresan batik menyimpan cerita tentang ketekunan, kreativitas, dan kebanggaan budaya Johor.(*)

Editor Dedy Suwadha

@wartakepri Rumah Batik Sri Wangsa di Kota Mersing Johor Malaysia Berwisata sambil Belajar Batik #malaysia #mersingjohor #rumahbatiksriwangsa #wartakepritv ♬ Kuala Mersing – Noraniza Idris

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026