SURABAYA – TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada II resmi melepas Satuan Tugas Latihan Bersama ORRUDA 2026 dalam sebuah upacara militer di Markas Koarmada II, Surabaya, Selasa pagi. Pelepasan ini menandai dimulainya pelayaran strategis sekaligus latihan bilateral bersama Angkatan Laut Rusia (Russian Navy) di Vladivostok, Rusia.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Panglima Koarmada II, Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si. ini menjadi implementasi konkret dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang terus mendorong penguatan diplomasi pertahanan dan peningkatan interoperabilitas prajurit di kancah global.
Satgas ORRUDA 2026 akan bertolak menuju Rusia menggunakan unsur kebanggaan TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai-332. Misi ini membawa total 145 personel terbaik yang terdiri dari prajurit kapal, personel Komando Pasukan Katak (Kopaska), tim penyelam, kru heli, tenaga medis, safety officer, serta tim penerangan. Pelayaran dijadwalkan berlangsung selama 42 hari, terhitung mulai 7 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Dalam amanatnya yang penuh semangat, Laksda TNI Alit Jaya menekankan bahwa para prajurit bukan sekadar mengikuti latihan militer biasa. Mereka mengemban amanah berat sebagai duta diplomasi bangsa yang membawa nama harum Merah Putih di forum internasional.
“Manfaatkan sepenuhnya momen ini untuk mengasah naluri tempur dan profesionalisme. Prioritaskan Maritime Interdiction Operation (MIO), penanganan ancaman Unmanned Surface Vessel (USV), teknik Search and Rescue (SAR), serta prosedur Medical Evacuation (MEDEVAC),” tegas Pangkoarmada II.
Selain latihan lapangan, fokus utama misi ini adalah optimalisasi Subject Matter Expert Exchange (SMEE). Program ini menjadi wadah penting bagi prajurit TNI AL untuk bertukar ilmu dengan para ahli dari Angkatan Laut Rusia, menyerap teknologi terkini, serta memperkuat kerja sama yang berlandaskan rasa saling percaya (trust building).
Menutup amanatnya, Pangkoarmada II memberikan penekanan khusus pada aspek keselamatan dan kehormatan. “Tingkatkan keimanan, utamakan zero accident dengan prinsip safety first, jaga nama baik institusi, dan serap seluruh ilmu sebagai bekal menghadapi dinamika operasi maritim masa depan,” pungkasnya.
Keberangkatan Satgas ORRUDA 2026 ini menandai penyelenggaraan kedua setelah latihan ini kembali diaktifkan pada 2024 lalu. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari mekanisme konsultasi bilateral Navy to Navy Talks (NTNT) antara TNI AL dan Russian Navy.
Dengan strategi diplomasi yang agresif dan terukur ini, TNI AL menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan maritim modern yang tidak hanya disegani di kawasan, tetapi juga mampu memperkokoh stabilitas keamanan laut global.
(Riky/pen)





























