WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Gemericik air, udara sejuk, dan hijaunya pepohonan langsung menyambut wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Resun di Desa Resun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Berada di kawasan Gunung Sepingkan, destinasi wisata alam ini menawarkan suasana berbeda dari wisata bahari yang selama ini menjadi daya tarik utama Kepulauan Riau.
Air jernih mengalir melewati bebatuan dan pepohonan rindang sebelum jatuh membentuk aliran air terjun yang menyegarkan. Suasana alami tersebut membuat Air Terjun Resun cocok menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melepas penat sekaligus menikmati keindahan alam Lingga.
Keindahan Air Terjun Resun dirasakan langsung rombongan media dari Batam yang mengunjungi kawasan tersebut dalam agenda Road to Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026, Senin (10/8/2026).
Punya Banyak Tingkatan
Staf Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Lazuardi, yang memandu rombongan menjelaskan bahwa Air Terjun Resun memiliki sejumlah tingkatan.
Menurut cerita masyarakat setempat, air terjun ini memiliki lima hingga tujuh tingkatan yang mengikuti aliran sungai menuju kawasan pegunungan.

“Sebagian menyebutnya terdiri atas lima tingkat, terutama jika yang dihitung hanya bagian air terjun utama. Namun, sebagian besar masyarakat meyakini aliran air terjun ini memiliki hingga tujuh tingkatan yang memanjang ke bagian atas aliran sungai,” ujar Lazuardi.
Keberadaan sejumlah air terjun di Lingga tidak terlepas dari karakter geografis Pulau Lingga yang memiliki kawasan pegunungan.
Setidaknya terdapat Gunung Daik, Gunung Tanda dan Gunung Sepingkan yang menjadi bagian penting bentang alam daerah tersebut.
“Karena kita ada tiga gunung di sini, Gunung Tanda, Gunung Daik, dan Gunung Sepingkan. Masing-masing memiliki aliran sungai dan air terjun,” katanya.
Selain Resun, masyarakat juga mengenal sejumlah destinasi air terjun lainnya, seperti Air Terjun Kado, Air Terjun Tanda dan Air Terjun Jelutung.
Masing-masing menawarkan karakter dan pengalaman berbeda. Air Terjun Tanda, misalnya, menawarkan pemandangan laut dan permukiman dari ketinggian. Namun, wisatawan harus berjalan kaki sekitar satu jam dengan jarak kurang lebih empat kilometer karena akses kendaraan belum tersedia.
Sementara Air Terjun Jelutung membutuhkan perjalanan lebih panjang karena belum memiliki akses jalan darat. Wisatawan harus menggunakan perahu pompong menuju Desa Mentuda sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi.
Mudah Dijangkau dan Semakin Ramai
Dibandingkan sejumlah air terjun lainnya, Air Terjun Resun memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas. Kendaraan sudah dapat menjangkau kawasan wisata sehingga wisatawan tidak harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki.
Kemudahan akses tersebut ikut mendorong meningkatnya jumlah pengunjung.
Menurut Lazuardi, Air Terjun Resun kini semakin ramai, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
“Alhamdulillah, sekarang ini kalau hari libur, Sabtu, Minggu, maupun hari libur kantor, wisatawan terus datang. Jadi tidak sepi, air terjun ini selalu dikunjungi,” ungkapnya.
Kawasan Resun juga memiliki daya tarik budaya. Pada momentum tertentu, masyarakat setempat menggelar tradisi Mandi Safar yang mampu menarik ribuan pengunjung.
Perpaduan antara wisata alam dan tradisi masyarakat tersebut membuat Desa Resun memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Lingga.
Wisata Alam dengan Tiket Terjangkau
Menikmati kesegaran Air Terjun Resun juga relatif ramah di kantong.
Saat ini, wisatawan dikenakan tiket masuk sekitar Rp2.000, ditambah biaya parkir. Pemerintah dan pengelola setempat tengah menyosialisasikan rencana penyesuaian tarif menjadi sekitar Rp5.000.
Dengan harga yang terjangkau, wisatawan dapat menikmati suasana alam yang asri, udara sejuk, suara aliran air, serta panorama hutan di kaki Gunung Sepingkan.
Bagi pencinta fotografi dan konten kreator, kawasan ini juga menawarkan banyak sudut menarik untuk mengabadikan perjalanan.
Menemukan Wajah Lain Lingga
Kunjungan rombongan media dalam agenda Road to GMP 2026 menjadi bukti bahwa potensi wisata Lingga tidak hanya bertumpu pada laut dan pulau-pulau eksotis.
Di balik identitasnya sebagai daerah kepulauan, Lingga juga menyimpan bentang alam pegunungan yang kaya akan sungai dan air terjun.
Air Terjun Resun menjadi salah satu pintu masuk untuk menikmati wajah lain Kabupaten Lingga. Di sini, wisatawan dapat merasakan kesegaran alam sekaligus melihat kehidupan masyarakat yang masih dekat dengan lingkungan dan tradisi lokal.
Dengan akses yang semakin baik dan jumlah kunjungan yang terus bertambah, Air Terjun Resun layak masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi saat menjelajahi Lingga.
Dari gemuruh air di kaki Gunung Sepingkan, wisatawan dapat menemukan pengalaman berbeda: menikmati alam yang masih hijau, merasakan kesegaran air pegunungan, dan menyusuri pesona Lingga dari sisi yang mungkin belum banyak diketahui.(*/qori)
Editor Dedy Suwadha
























