Home Karimun Bupati Iskandarsyah Dorong Karimun Jadi Hub Logistik Internasional

Bupati Iskandarsyah Dorong Karimun Jadi Hub Logistik Internasional

Terletak di posisi emas jalur Selat Malaka, Kabupaten Karimun
Terletak di posisi emas jalur Selat Malaka, Kabupaten Karimun berpeluang besar melesat menjadi hub logistik internasional.(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Bupati Karimun Iskandarsyah, terus mendorong pengembangan potensi Kabupaten Karimun di sektor kepelabuhanan dan logistik.

Letak geografis Karimun yang strategis di jalur Selat Malaka dinilai menjadi peluang besar untuk menjadikan daerah tersebut sebagai hub logistik internasional.

Hal itu disampaikan Iskandarsyah dalam dialog melalui Zoom secara langsung dengan salah satu stasiun televisi nasional, Kamis (20/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan berbagai potensi Karimun, khususnya sektor kepelabuhanan, yang dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Posisi Karimun yang berjarak sekitar 21 kilometer dari Malaysia dan sekitar 30 kilometer dari Singapura, menjadi keunggulan strategis dalam menarik investasi, terutama di bidang kepelabuhanan dan logistik,” terang Iskandarsyah.

Iskandarsyah mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi secara intensif dengan Pemerintah Pusat untuk memperkuat kelembagaan Free Trade Zone (FTZ) di kawasan Batam, Bintan dan Karimun.

“Kami telah lama terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat secara intens untuk penguatan kelembagaan FTZ di tiga kabupaten/kota, yakni Karimun, Bintan dan Tanjungpinang,” ungkap Iskandarsyah.

“Namun, kami melihat Pemerintah Pusat belum sepenuhnya mendorong status kelembagaan ini, padahal ini peluang besar untuk negara kita sendiri,” tambah Iskandarsyah.

Ia menilai, posisi Karimun yang berada di kawasan perairan strategis dan berdekatan dengan Malaysia serta Singapura dapat dimanfaatkan sebagai titik pemeriksaan atau check point baru untuk mendukung aktivitas perdagangan dan pelabuhan bebas.

“Untuk menarik investasi, Pemerintah Kabupaten Karimun juga terus melakukan promosi kepada calon investor,” sebut Iskandarsyah.

Menurut Iskandarsyah, sejumlah investor mulai menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modalnya di Karimun.

“Kami terus melakukan presentasi kepada para investor guna mendorong mereka agar berinvestasi di Karimun. Alhamdulillah, sudah ada yang tertarik,” katanya.

Iskandarsyah juga menyoroti aktivitas bongkar muat kontainer di kawasan regional.

Ia menyebut, Singapura mampu menangani sekitar 80 juta kontainer per tahun, sementara Malaysia sekitar 30 juta kontainer per tahun. Di sisi lain, aktivitas kontainer di Batam disebut masih sekitar 1 juta kontainer per tahun.

Memaksimalkan potensi geografis yang luar biasa ini, Bupati Iskandarsyah terus memacu pengembangan sektor kepelabuhanan dan logistik untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.(Foto: Junizar)

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Karimun untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai logistik regional, terutama dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang memadai.

“Ini kan tidak seimbang. Untuk itu, perlu kita jadikan Kabupaten Karimun sebagai titik check point baru dengan mempercepat status kelembagaan untuk pelabuhan bebas ini,” lanjutnya.

Selain penguatan kelembagaan FTZ, Iskandarsyah juga mendorong pembangunan infrastruktur kepelabuhanan, khususnya pelabuhan berskala besar yang dapat menunjang Karimun sebagai pusat logistik.

Ia menilai Karimun memiliki potensi untuk menjadi lokasi penyimpanan cadangan energi nasional karena letaknya yang strategis di kawasan perairan internasional.

“Kita saat ini masih belum memiliki pelabuhan besar. Kabupaten Karimun ini merupakan lokasi yang tepat untuk dijadikan tempat penyimpanan cadangan minyak nasional. Maka, kita berharap Pemerintah Pusat dapat mendukung langkah kita membangun pelabuhan besar ini,” ujarnya.

Iskandarsyah berharap Pemerintah Pusat dapat segera menangkap peluang strategis tersebut melalui percepatan penguatan kelembagaan FTZ sekaligus peningkatan infrastruktur kepelabuhanan.

“Dukungan kebijakan dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, akan memperkuat posisi Karimun sebagai kawasan strategis perdagangan dan logistik di Selat Malaka, sekaligus membuka peluang investasi dan meningkatkan kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026