WARTAKEPRI.co.id BATAM – Pasca pelantikan beberapa pejabat di BP Batam beberapa waktu lalu, kini tersemat harapan yang besar di pundak mereka bahwa para pemangku kebijakan itu mampu bekerja dengan maksimal dan membawa perubahan untuk kota Batam. Merubah kota yang kini terpuruk menjadi lebih baik. Demikian disampaikan Pahrurozi Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Batam.
“Tugas berat yang sampai hari ini menjadi PR dari BP adalah menghidupkan sektor ekonomi, memanage para investor dan membuat sendi-sendi ekonomi kota Batam kembali tumbuh dan menggeliat di kancah nasional. Untuk itu, perombakan pejabat yang dilakukan beberapa waktu lalu harus menjadi momentum perubahan menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Pahrurozi, Minggu 5 September 2021.
Dikatakan Pahrurozi, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, ekonomi Batam saat ini sangat berantakan. Setidaknya sepanjang 2021 ekonomi Batam tercatat mengalami kontraksi minus 2,55 persen. Tidak hanya itu, jumlah pengangguran juga semakin memprihatinkan.
“Melihat data yang dirilis lembaga resmi seperti BPS, kita bisa melihat bagaimana terpuruknya kota ini. Angka pengangguran yang semula 7,72 perssen pada 2019, kini menjadi 11,7 persen atau mengalami peningkatan 3,98 persen. Ini tentu sangat mengkhawatirkan,” katanya.
BACA JUGA “September Berdarah” Puluhan Mahasiswa PMII Cabang Karimun Unjuk Rasa di Polres Karimun
Melihat kenyataan yang ada, sepertinya Batam perlu merumuskan kembali sektor industri yang bisa menjadi tumpuan ekonomi kedepan. Dengan melihat kondisi geografis Batam yang dikelilingi laut dan dekat dengan selat Malaka, maka sektor Logistik dan Kepelabuhan perlu kiranya menjadi attensi untuk pengembangan kedepan.
“Namun kenyataannya di lapangan sektor ini juga belum tergarap dengan serius. Hal ini terbukti masih belum adanya jarak antara pengusaha dan BP Batam sebagai lembaga yang menaungi pengelolaan Pelabuhan di Batam. Terbukti beberapa waktu lalu dari pemberitaan media, muncul persoalan pelabuhan yang berujung pada pergantian direktur Pelabuhan BP Batam,” jelas Pahrurozi yang tercatat sebagai alumni Unrika Batam.
Mengelola potensi memang dibutuhkan sosok yang buka hanya memiliki kopetensi dan kemampuan, tapi juga integritas yang tinggi. Untuk itu, Pahrurozi yakin dengan Kepala BP Batam, HM Rudi bahwa penyegaran di lingkungan pejabat BP Batam termasuk Direktur Pelabuhan adalah langkah yang tepat.
“Semoga para pejabat Baru bisa bekerja maksimal dan memenuhi ekspektasi semua pihak dan kedepan mampu mengentaskan Batam dari keterpurukan yang dialami. Sinergitas antara pengusaha dan pemangku kebijakan menjadi penting untuk menggenjot semua potensi yang ada,” ujarnya.
Lebih lanjut Pahrurozi berharap para pejabat baru di BP Batam bisa membuat banyak inovasi sehingga segala potensi yang ada bisa benar-benar digarap. Jika perlu, libatkan masyarakat secara luas termasuk mahasiswa dan akademisi untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam rangka menggali potensi daerah dan memanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan rakyat.
“Saya pikir semua pihak akan siap mendukung, akademisi, pakar dan lembaga-lembaga riset bisa digandeng, termasuk mahasiwa. Ini untuk merumuskan formula apa yang memungkinkan mendatangkan benefit baik untuk Batam. Karena tujuan kita semua sama, ingin melihat Batam menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, dan semua potensi yang ada bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat,” tuntasnya.(*/rilis pmii batam)

























