Home Anambas Nelayan Anambas Jatuh ke Laut Saat Memancing, Pompong Pecah Dihempas Ombak

Nelayan Anambas Jatuh ke Laut Saat Memancing, Pompong Pecah Dihempas Ombak

Suherdi nelayan Anambas yang masuk laut saat memancing. (Foto: Rama)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Nasib malang menimpa Suherdi (36) nelayan tradisional warga Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri yang harus kehilangan pompong miliknya.

Nelayan pancing ulur atau nelayan tradisional Desa Sunggak Kecamatan Jemaja Barat, Nasib malang tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 wib pada hari Senin 3 Januari 2022 di perairan sebelah utaranya Desa Sunggak Anambas.

Kini Suherdi yang bernasib malang tersebut harus kehilangan Pompong dan mata pencariannya, dimana diketahui bahwa Suherdi setiap pagi harinya selalu melaut dan pada sore harinya pulang ke rumah demi menghidupi keluarganya (istri dan anak) setiap hari tanpa melihat faktor cuaca.

Suherdi menceritakan bahwa dirinya tidak pernah ada firasat yang aneh, atau tanda-tanda tak baik sebelum kejadian itu menimpa dirinya.

“Sebelum kejadian tidak ada firasat buruk atau kejadian aneh yang menghampiri, biasanya kalau di sini jika kita mau dapat musibah pasti ada firasat atau kejadian aneh sebelum musibah tersebut menimpa kita,” ucapnya.

Kejadian tersebut diakibatkan oleh angin kencang dan gelombang serta posisi pompong miliknya sedang berjalan. Suherdi tidak menyadari, bahwa dirinya terjatuh dan telah berada di dalam air ketika sedang tarik ikan hasil pancingannya yang biasa dia lakukan dengan cara ditarik atau menarik umpan dalam kondisi perahu berjalan.

“Saya sedang asik tarik ikan hasil pancingan saya, tanpa saya sadari saya telah berada di dalam air, dan pompong saya jalan sendiri menuju ke tengah laut,” ucapnya kepada awak media.

Usai Pompong miliknya berjalan sediri menjauhi Suherdi kini satu lagi permasalahan yaitu menyelamatkan diri melawan gelombang tak mau mati konyol Suherdi mengumpulkan tenaga yang kuat untuk berenang ke Pulau terdekat dari lokasi kejadian. Sekitar satu jam akhirnya Suherdi tiba dan selamat di pulau yang di tujunya.

Satu lagi musibah yang di alami Suherdi yaitu luka gores di tubuhnya akibat diterjang gelombang dan mengenai bebatuan yang di penuhi karang dan kerang yang sangat tajam.

“Sakit semua Bg, perih dan sakit akibat luka yang saya alami terkena karang dan kerang di bebatuan yang ada di pulau itu, selain karang dan kerang yang tajam bebatuan yang ada di pulau tersebut sangatlah licin” ucapnya.

Sesampainya di Pulau tersebut Suherdi melanjutkan perjalanannya dengan menyusuri tepian pulau yang di penuhi bebatuan dan sangat licin untuk mencari pertolongan. Benar saja tidak lama kemudian Suherdi bertemu dengan seorang nelayan yang mana diketahuinya adalah tetangganya sendiri yang sedang mencari bebatuan untuk alat memancing.

“Tak lama saya berjalan di tepian pulau, saya melihat ada orang tak lain tak bukan adalah tetangga saya sendiri, tak menunggu lama saya langsung meminta pertolongan kepada tetangga saya tersebut untuk di antar menuju pulang ke rumah,” ucapnya.

Dengan Jongkong atau perahu dayung milik tetangganya tersebut Suherdi di antar pulang untuk menemui anak istrinya.

“Alhamdulillah atas bantuan tetangga saya saya sampai dan bertemu dengan anak istri,” ucapnya lagi.

Sesampainya di rumahnya, Suherdi langsung menceritakan tentang musibah yang menimpanya kepada keluarga dan kepada warga sekitar, dengan sigap warga langsung bergegas secara bersama sama melakukan pencarian Pompong milik Suherdi yang berjalan sendiri ke tengah laut.

Arapik Ketua Kelompok Nelayan Desa Sunggak yang mendengar informasi tersebut langsung bergegas bersama sama warga lainnya untuk mencari keberadaan Pompong milik Suherdi.

“Kami bersama sama dengan warga lainnya menuju ke tengah laut dimana lokasi Suherdi mencari ikan dengan tujuan hendak menyelamatkan Pompong yang berjalan sendiri tanpa pengemudi tersebut, sesampainya di lokasi kami beserta warga yang lain hanya mendapatkan puing puing pecah di duga kuat Pompong milik Suherdi yang pecah dan tenggelam dihempas gelombang,” terangnya.

Meskipun musibah tersebut tidak menelan korban jiwa namun Suherdi mengalami kerugian yang sangat besar diperkirakan sekitar 70 juta rupiah, hal tersebut bisa di hitung dari peralatan yang berada di Pompong tersebut, Seperti Mesin, Radio Orari, Radar, Satelit, Solarcel, Fiber serta Pompong.

Kejadian ini adalah musibah yang tidak disengaja, semoga saja ada hikmah dibalik semua itu, dan semoga saja ada perhatian dari pemerintah Desa, Kecamatan, bahkan pemerintah daerah, agar Suherdi kembali bisa menghidupkan keluarganya, di ketahui Suherdi adalah tulang punggung keluarga. (rama)

WhasApp

Google News WartaKepri