WARTAKEPRI.co.id – Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dapil Kepri, Gerry Yasid merespon baik ide brilian dari Gunter Paulli ( Pencetus Blue Economy ).
Gerry Yasid mengatakan, Blue Economy merupakan konsep pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya laut dan pantai.
Pointnya adalah keselarasan hubungan dengan mempertimbangkan konteks ekosistem laut, manusia, dan kegiatan ekonomi.
Blue economy bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan dari sumber daya laut dan pantai yang tersedia.
“Pemanfaatan sumber daya laut dan pantai yang berkelanjutan adalah kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan,” kata Gerry Yasid, Sabtu (22/7/2023).
Gerry Yasid yang pernah menjabat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) dan menggagas Rumah restoratif justice RJ di Sulteng ketika menjadi kajati dan di kepri juga ketika Gerry Yasid menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri.
Konsep blue economy lanjut Gerry, berasal dari gagasan bahwa sumber daya laut dan pantai dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar lebih dari sekedar mengambil sumber daya tersebut.
“Pointnya Strategi Ekonomi Biru Indonesia melalui Peningkatan pengelolaan aset laut dan pesisir, tindak lanjut pengelolaan perikanan,” ucapnya.
Menurut Gunter Paulli (pencetus Blue Economy), tujuannya sendiri adalah untuk menciptakan industri kelautan dan perikanan yang meningkat dari segi pendapatan dan kontribusi bagi negara.
“Konsep ini juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pantai serta keberlangsungan hidup masyarakat nelayan,” sebutnya lagi.
Gerry menilai dengan anugrah alam terbentang luas untuk bangsa Indonesia, model bisnis Blue Economy dapat diterapkan di daerah yang memiliki sektor perikanan dan kelautan sebagai mata pencaharian warga mereka.
Konsep ini berpotensi besar menuai manfaat signifikan bagi Indonesia.
“Model bisnis tersebut bukan hanya melibatkan nelayan, tetapi juga wirausahawan yang mengembangkan hasil olahan produk perikanan dan kelautan,” ucapnya.
Kepri sendiri secara geografis berbatasan dengan negara tetangga, yaitu Singapura, Malaysia, dan Vietnam yang memiliki luas wilayah 251.810,71 km². Sebanyak 96 persennya adalah perairan dengan 1.350 pulau besar, dan kecil.
“Dengan pemanfaatan yang optimal, lautan diperkirakan memiliki nilai yang sangat strategis untuk kesejahteraan masyarakat di dalamnya,” papar dia.
Melalui Keketuaan ASEAN 2023 yang mengangkat tema “Epicentrum of Growth”, kawasan ASEAN dengan berbagai keunggulan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi jangkar stabilitas global dan pusat pertumbuhan global di masa depan, termasuk Blue Economy.
Bahkan Presiden Joko Widodo pun mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia, Poros Maritim Dunia adalah suatu visi Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat, maju, mandiri, kuat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan pertahanan dan perdamaian kawasan dan dunia sesuai dengan kepentingan nasional.
(Ski)



























