BATAM – Setelah 100 hari kerja menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir ( ABH ), Mujiaman Sukirno bersama tim ABH menyampaikan kalau daerah-daerah pemukiman tinggi di Batam sudah lancar mendapatkan air bersih. Air lancar seperti di Jodoh Permain, Pemikiman Punggur dan Nagoya Permai.
” Kita jumpa lagi setelah 100 hari kami bertugas di Batam. Ada jugua Kawasan Putra Jaya selama 14 tahun tak dapat air, sekarang sudah dapat air. Nagoya, Kampung Utama, sudah mengalir, Lalu ada juga Jodoh Permai sudah bertahun susah air, kini sudah mengalir airnya,” kata Mujiaman Sukirno, Rabu (20/9/2023) pagi.
Dijelaskan Mujiaman, dengan keberhasilan telah memenuhi kebutuhan masyarakat Batam ini, pihak ABH berterimakasih kepada Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Direktur SPAM BP Batam Deni Tondano.
” Berkat dukungan pimpinan di BP Batam, maka apa yang kami butuhkan agar fasilitas untuk masyarakat akhirnya dapat diwujudkan,” kata Mujiaman
Sedangkan yang menjadi kekhawatiran pihak ABH saat ini adalah sering terjadi kebocoran. Bahkan dalam sebulan ini saja, ada dua kali pipa kebocoran pipa di lokasi Kepri Mall.
” Kami akui ada human eror penyebab pipa air pecah. Terutama dampak dari pelebaran infrastruktur jalan di Batam saat ini. Padahal setiap pengerjaan kami sampaikan dan beri catatan ada pipa setiap penggalian atau proyek pelebaran jalan. Resiko terburuk jika pipa pecah adalah pengurangan air mengalir dampak pengerjaan pipa,” kata Mujiaman.
Ia mengatakan, masyarakat harus menunggu lama, jika ada pipa air yang pecah atau bocor. “Masyarakat menderita, saya juga siang malam menunggu sampai pengerjaan selesai,” tuturnya.
BACA JUGA ABH Sedang Tambah Kapasitas Produksi di Intalasi Pengolahan Air Muka Kuning
Selain catatan kontraktor pihak pembangun infrastruktur dibekali dengan alat Geographic Information System (GIS). Sehingga, tidak ada alasan pipa tidak kelihatan atau tidak tahu lokasi pipa.
“Kami bukannya tidak rugi. Secara angka-angka kami mengalami kerugian. Dan, untuk beberapa waktu kedepan, untuk daerah yang masuk kategori rawan pipa bocor setelah sekitar Kepri Mall adalah di bundaran Bandara Hang Nadim.
” Semoga saja human eror nya tidak terjadi lagi,” akhir Mujiaman. (dedy Suwadha)





























