WARTAKEPRI.co.id TANJUNGPINANG – Momentum sakral jelang Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Tanjungpinang ditandai dengan penyelenggaraan Pawai Takbir akbar yang meriah sekaligus penuh makna. Mengusung tema “Melalui Gema Takbir Idulfitri 1447 Hijriah”, acara ini secara resmi dilepas oleh Wali Kota H. Lis Darmansyah dari kawasan ikonik Tugu Sirih, Tepi Laut, Kepulauan Riau, Jumat (20/03/2026) malam.
Sebanyak 135 kontingen peserta, masing-masing dengan antusiasme yang terpancar dari kendaraan hiasnya, bergerak mengelilingi jalanan utama kota.
Kumandang takbir yang mengalun secara langsung dari setiap rombongan menciptakan atmosfer yang khidmat, sekaligus memancarkan sukacita kolektif setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadan.
Wali Kota Lis Darmansyah, dalam sambutannya yang singkat namun padat esensi, tidak hanya menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran masyarakat, tetapi juga menggarisbawahi makna spiritual dari perayaan ini.
“Secara pribadi beserta jajaran pemerintah, kami dengan tulus mengucapkan selamat menyambut 1 Syawal 1447 H,” tutur Lis.
“Semoga momentum fitri ini senantiasa mengantarkan kita pada gerbang kebaikan dan memperkokoh tali persatuan di antara seluruh elemen masyarakat.”
Walikota menutup sambutannya dengan untaian doa yang mendalam, “Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon maaf lahir dan batin,” sebuah ekspresi kerendahan hati yang menyeru pada keberkahan Illahi dan semangat saling memaafkan antarumat muslim.
Pawai takbiran ini bukan sekadar parade, melainkan manifestasi puncak dari persiapan mental dan spiritual masyarakat Tanjungpinang dalam menyongsong hari kemenangan. Kreativitas yang ditunjukkan dalam dekorasi mobil hias mencerminkan dedikasi dan kegembiraan kolektif yang tak terhingga.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, panitia penyelenggara telah menyiapkan beragam hadiah. Juara pertama akan dianugerahi sebesar Rp8 juta, Juara kedua Rp6,5 juta, dan Juara ketiga Rp4,5 juta.
Selain itu, tujuh harapan terbaik juga akan menerima insentif finansial, dimulai dari Rp3 juta untuk Harapan 1 hingga Rp500 ribu untuk Harapan 4 hingga 7.
Demi menjamin kelancaran dan keselamatan jalannya pawai, panitia telah menetapkan pedoman teknis yang ketat. Kapasitas lori peserta dibatasi maksimal 11 orang di luar pengemudi, sementara pick up maksimal 5–7 orang.
Kendaraan hias diwajibkan bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 4 kilometer per jam, dan tinggi maksimal mobil hias adalah 4 meter.
Seluruh peserta ditekankan untuk mengumandangkan takbir secara murni tanpa bantuan rekaman dan harus menyelesaikan seluruh rute yang telah ditentukan hingga garis finis. (Yadi)
































