Home Karimun Disdikbud Karimun Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Pelestarian Budaya Melayu Melalui Pendidikan

Disdikbud Karimun Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Pelestarian Budaya Melayu Melalui Pendidikan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun resmi menggelar Forum Konsultasi Publik Bidang Kebudayaan di Ruang Rapat Gedung Gunung Papan, Kompleks Perkantoran Bupati Karimun, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam merumuskan arah kebijakan pelestarian budaya daerah secara inklusif dan partisipatif.(Foto: Junizar)

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun, menggelar Forum Konsultasi Publik Bidang Kebudayaan di Ruang Rapat Gedung Gunung Papan, Kompleks Perkantoran Bupati Karimun, Senin (3/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun arah kebijakan pelestarian budaya daerah yang lebih partisipatif.

Dalam forum tersebut, Disdikbud memaparkan sejumlah program kebudayaan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2019.

Program-program tersebut difokuskan pada pelestarian kesenian tradisional, pelindungan dan pengelolaan cagar budaya, serta peningkatan berbagai layanan di bidang kebudayaan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, menjelaskan, penguatan nilai-nilai budaya juga diarahkan melalui dunia pendidikan.

“Salah satu pembahasan dalam forum adalah pengembangan muatan lokal kebudayaan di satuan pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMP,” terang Grandy.

Menurut Grandy, Pemerintah Kabupaten Karimun sebelumnya telah meluncurkan inovasi berupa program penggunaan Bahasa Melayu setiap hari Jumat di lingkungan sekolah.

“Ke depan, program tersebut akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang semakin memperkuat identitas budaya Melayu di kalangan generasi muda,” pungkasnya.

“Program berbahasa Melayu setiap hari Jumat merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Ke depan, kami akan mengembangkan berbagai program kebudayaan Melayu dalam bentuk kegiatan lainnya,” tambah Grandy.

Selain pemaparan program, Grandy menyebut, forum juga menghasilkan berbagai masukan dari peserta.

Beberapa usulan yang mengemuka antara lain penyelenggaraan pagelaran seni yang menampilkan kekhasan budaya Melayu Karimun, mendorong generasi muda memproduksi konten digital untuk mempromosikan cagar budaya dan tradisi lokal.

“Sekaligus penyusunan buku penunjang kurikulum muatan lokal yang memuat kearifan lokal Kabupaten Karimun,” imbuhnya.

Grandy menilai, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pelestarian budaya.

Karena itu, Disdikbud akan terus memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah, lembaga adat, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), akademisi, hingga komunitas budaya.

“Pelestarian adat istiadat dan budaya tidak bisa dilakukan sendiri. Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, berbagai program pelestarian budaya di Kabupaten Karimun akan lebih efektif dan berkelanjutan,” ucap Grandy.

Forum konsultasi publik ini kata Grandy, diharapkan menjadi langkah strategis dalam merumuskan kebijakan kebudayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Melayu sebagai identitas Kabupaten Karimun bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutup Grandy.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026