Home Berita Utama Perumda Tirta Mulia Karimun Imbau Warga Kundur Hemat Air Akibat Kekeringan

Perumda Tirta Mulia Karimun Imbau Warga Kundur Hemat Air Akibat Kekeringan

Perumda Tirta Mulia Karimun
Penyusutan ekstrem terjadi pada Waduk Tempan di Pulau Kundur, yang menjadi salah satu sumber air baku Perumda Tirta Mulia Karimun.
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan di Kabupaten Karimun. Penyusutan ekstrem terjadi pada Waduk Tempan di Pulau Kundur, yang menjadi salah satu sumber air baku Perumda Tirta Mulia Karimun.

Kondisi tersebut membuat Perumda Tirta Mulia Karimun mengimbau sekitar 800 pelanggan di Pulau Kundur untuk menggunakan air bersih secara bijak dan secukupnya.

Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, menjelaskan, penyusutan Waduk Tempan sudah cukup ekstrem. Dari kedalaman normal sekitar 4 meter, saat ini ketinggian air disebut telah menyusut hingga sekitar 3,5 meter.

“Jumlah sambungan pelanggan di Kundur sekitar 800 SR. Waduk Tempan merupakan waduk tadah hujan, sehingga tidak memiliki sumber mata air dan rawan mengalami penyusutan ketika curah hujan sedikit,” jelas Ferry, Sabtu (15/8/2026).

Akibat kondisi tersebut, kata Ferry, distribusi air bersih kepada pelanggan di Pulau Kundur berpotensi dihentikan sementara.

“Perumda juga akan menerapkan sistem distribusi secara bergiliran untuk wilayah yang sumber air bakunya mengalami penyusutan ekstrem,” terang Ferry.

Ferry mengungkapkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, BPBD, BMKG, BNPB dan BRIN untuk mencari langkah penanganan terhadap kondisi kekeringan yang terjadi.

“Salah satunya, apakah memungkinkan dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk proses hujan buatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ferry menuturkan, kondisi sejumlah waduk lainnya di Kabupaten Karimun juga mengalami penurunan debit air, meski belum masuk kategori ekstrem.

“Untuk wilayah Pulau Karimun, Waduk Sei Bati yang memiliki kedalaman normal sekitar 10 meter saat ini telah berkurang sekitar 3 meter,” katanya.

“Sementara, waduk Pongkar dengan kedalaman normal 14 meter mengalami penyusutan kurang dari 1 meter, sedangkan Waduk Sentani yang memiliki kedalaman 10 meter menyusut sekitar 1 meter,” tambah Ferry.

Kondisi serupa masih kata Ferry, juga terjadi di Waduk Layang, Sawang, Kundur Barat. Waduk dengan kedalaman sekitar 5 meter tersebut telah mengalami penyusutan sekitar 1,5 meter.

“Sedangkan Waduk Sido Dadi di Kecamatan Moro yang memiliki kedalaman sekitar 5 meter mengalami penyusutan sekitar 50 hingga 60 sentimeter,” ucap Ferry.

Perumda Tirta Mulia Karimun mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan di wilayah terdampak, untuk menghemat penggunaan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.

“Penggunaan air secara bijak diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air hingga curah hujan kembali normal,” tutup Ferry.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026