LIGA INGGRIS, FULHAM – Manchester United gagal membawa pulang kemenangan dari markas Fulham setelah hanya bermain imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026).
Fulham sempat unggul melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez pada menit ke-63. Manchester United kemudian terhindar dari kekalahan setelah Matheus Cunha mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89.
Hasil tersebut membuat Manchester United kembali kehilangan poin setelah sebelumnya menelan kekalahan dalam Derby Manchester. United kini baru mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan Liga Inggris.
Jalannya Pertandingan
Manchester United mengawali laga dengan penguasaan bola yang cukup dominan. Namun, dominasi tersebut tidak sepenuhnya berubah menjadi peluang bersih.
Fulham justru mampu memberikan ancaman melalui serangan cepat dan permainan di lini tengah. Pada babak pertama, Josh King menjadi salah satu pemain yang beberapa kali merepotkan pertahanan United.
Memasuki babak kedua, Fulham mendapatkan keuntungan setelah kesalahan koordinasi di lini belakang United berujung gol bunuh diri Lisandro Martinez pada menit ke-63.
Tertinggal 0-1, Manchester United meningkatkan tekanan. Michael Carrick melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir. Matheus Cunha melepaskan tembakan pada menit ke-89 yang berubah arah setelah membentur pemain Fulham dan masuk ke gawang Bernd Leno.
Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai.
Statistik Pertandingan
Manchester United sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. United menguasai 57,3 persen bola dan melepaskan 29 tembakan, tetapi hanya enam yang tepat sasaran.
Fulham mencatat 12 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Dari sisi expected goals (xG), kedua tim juga hampir berimbang, yakni Fulham 1,57 dan Manchester United 1,59.
| Statistik | Fulham | Manchester United |
|---|---|---|
| Skor | 1 | 1 |
| Penguasaan bola | 42,7% | 57,3% |
| Tembakan | 12 | 29 |
| Tembakan tepat sasaran | 6 | 6 |
| xG | 1,57 | 1,59 |
| Big chances gagal | 3 | 2 |
| Tendangan sudut | 3 | 13 |
| Operan akurat | 396 | 529 |
| Akurasi operan | 87,8% | 89,7% |
| Kartu kuning | 3 | 0 |
| Kartu merah | 0 | 0 |
Data statistik menunjukkan masalah utama United bukan pada kemampuan menguasai bola atau menciptakan volume serangan, tetapi bagaimana mengubah dominasi tersebut menjadi peluang berkualitas dan gol.
Susunan Pemain
Fulham
Bernd Leno; Timothy Castagne, David Affengruber, Calvin Ughelumba, Antonee Robinson; Sander Berge, Shea Charles; Oscar Bobb, Josh King, Alex Iwobi; Gabriel García.
Manchester United
Senne Lammens; Diogo Dalot, Harry Maguire, Lisandro Martinez, Luke Shaw; Kobbie Mainoo, Youri Tielemans; Bryan Mbeumo, Bruno Fernandes, Marcus Rashford; Matheus Cunha.
Susunan tersebut merupakan starting XI yang benar-benar diturunkan dalam pertandingan di Craven Cottage.
Matheus Cunha Jadi Pemain Terbaik
Matheus Cunha menjadi pemain Manchester United yang paling menentukan dalam pertandingan ini.
Penyerang asal Brasil tersebut mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89 sekaligus menyelamatkan United dari kekalahan. Cunha juga menjadi salah satu pemain yang paling aktif memberikan ancaman di lini depan.
Sejumlah penilaian pascapertandingan menempatkan Cunha sebagai pemain United yang paling menonjol. Goal juga menyoroti perannya sebagai penyelamat United setelah gol bunuh diri Martinez.
Pemain terbaik Manchester United: Matheus Cunha.
Senne Lammens juga tampil cukup penting dengan sejumlah penyelamatan, meskipun terlibat dalam situasi yang menghasilkan gol bunuh diri Martinez.
Kelemahan Manchester United
Ada beberapa persoalan yang terlihat dari pertandingan ini.
1. Dominasi Tidak Berbanding Lurus dengan Gol
United melepaskan 29 tembakan, jauh lebih banyak daripada Fulham yang hanya 12. Namun, hanya enam tembakan United yang tepat sasaran.
Artinya, banyak serangan United berakhir tanpa menghasilkan ancaman maksimal terhadap gawang Fulham.
2. Kurang Tajam di Sepertiga Akhir
United mampu menguasai bola dan mendapatkan 13 sepak pojok, tetapi kesulitan membongkar pertahanan Fulham.
Masalah ini terlihat ketika United harus menunggu hingga menit ke-89 untuk mendapatkan gol penyama kedudukan.
3. Kesalahan di Lini Belakang
Gol Fulham berasal dari gol bunuh diri Lisandro Martinez setelah terjadi kesalahan koordinasi di area pertahanan.
Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi dan komunikasi lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah bagi United.
4. Ketergantungan pada Pemain Kreatif
Bruno Fernandes tetap menjadi salah satu sumber kreativitas utama United. Namun, ketika kreativitas dari lini tengah tidak menghasilkan peluang matang secara konsisten, serangan United menjadi lebih mudah dibaca.
Dalam pertandingan ini, United akhirnya membutuhkan aksi individual Cunha untuk menyelamatkan satu poin.
Analisis
Hasil 1-1 di Craven Cottage memperlihatkan bahwa Manchester United memiliki kemampuan untuk mendominasi pertandingan, tetapi masih menghadapi persoalan dalam efektivitas serangan.
Penguasaan bola 57,3 persen, 29 tembakan dan 13 sepak pojok menunjukkan United mampu menekan lawan. Namun, angka tersebut belum menghasilkan kemenangan karena kualitas peluang yang didapat belum cukup untuk mengubah dominasi menjadi tiga poin.
Di sisi lain, Fulham tampil lebih efektif dalam memanfaatkan situasi yang mereka dapatkan. Mereka mampu membuat United frustrasi dan bahkan unggul lebih dahulu.
Bagi Michael Carrick, hasil ini menjadi pekerjaan rumah karena United hanya mengoleksi lima poin dari lima pertandingan. Tim masih membutuhkan peningkatan dalam efektivitas serangan, konsistensi pertahanan, dan kemampuan mengontrol pertandingan ketika tertinggal.
Kesimpulan
Fulham 1-1 Manchester United
Gol:
- Lisandro Martinez (gol bunuh diri), 63′
- Matheus Cunha, 89′
Pemain terbaik: Matheus Cunha
Manchester United berhasil menghindari kekalahan berkat gol telat Cunha. Namun, satu poin di Craven Cottage belum menyelesaikan persoalan yang terlihat dalam permainan United, terutama efektivitas serangan dan kesalahan di lini pertahanan.
Dominasi statistik belum cukup bagi Setan Merah. United membutuhkan penyelesaian akhir yang lebih tajam dan organisasi permainan yang lebih konsisten jika ingin kembali bersaing di papan atas Liga Inggris 2026/2027. (*)
@wartakepri Warta Bola – Pertandingan Spektakuler Manchester City vs Sunderland 5-3, Semenyo dan Haaland Jadi Pembeda #FYP #ManchesterCity #Sunderland #LigaInggris #premiereleague #ViralHariIni ♬ DIGIDIGI DIG HEM – David Jaime B
Editor Dedy Suwadha





























