Home Berita Utama Cegah virus Polio masuk ke Karimun Dari Luar Negeri Inilah dilakukan

Cegah virus Polio masuk ke Karimun Dari Luar Negeri Inilah dilakukan

Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjungbalai Karimun pada Senin (23/12/2019), melaksanakan rapat Koordinasi bersama dengan stakeholder dan Instansi terkait lainnya, tentang kewaspadaan dan respon terhadap kejadian luar biasa (KLB), Tipe I yang masuk dari Malaysia.

Pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan surat edaran nomor HK.02.02II/3074/12019, Sehubungan tentang pernyataan Kementerian Kesehatan Malaysia, bahwa ditemukan kasus polio Type I CVDPV, dimana seorang anak laki-laki berusia tiga bulan di Sabah Malaysia, setelah Malaysia sendiri dinyatakan telah bebas polio pada tahun 2000.

Kepala Kantor KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Bakhtiar Agus Wijaya seusai menggelar rapat koordinasi menyampaikan bebenapa hal untuk transmit dan meminimalisir resik sirkulasi virus polio di Indonesia khususnya di wilayah Tanjungbalai Karimun sebagai kewaspadaan sekaligus respon
terhadap virus polio.

“Dinas Kesehatan diseluruh Indonesia mengimbau agar dilakukan lmunisasi, dalam upaya Memastikan dan meningkatkan waktu imunisasi polio yang rutin, baik itu BOPV maupun IPV yang tinggi (lebih dari 95%) dan merata di setiap desa atau wilayah dengan melakukan sweeping dan drop out follow up (DOFU),” terangnya.

Lebih lanjut Bakhtiar memastikan dan menjaga kualitas imunisasi dengan melakukan monitor secara berkala, dimana kualitas vaksin dan rantai dingin.

“Mengingat saat ini terdapat keterbatasan maupun ketersediaan vaksin IPV, diharapkan akan mampu meningkatkan evisiensi penggunaan vaksin, memberikannya di daerah prioritas utama dan risiko tinggi, sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor SR.02.06/4/2833/2019 tanggal 21 November 2019,” pungkasnya.

Kata Bakhtiar, Pemberitahuan tentang Ketersediaan Vaksin dan obat Hepatitis C dengan DAA, selain itu juga Penguatan Upaya Surveilans guna meningkatkan kinerja m surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP).

“Dengan penemuan kasus Iumpuh mendadak dengan diagnosis apapun (tanpa riwayat trauma) pada anak usia 15 tahun di puskesmas maupun rumah sakit, Surveilans AFP harus sesuai dengan standar internasional,” imbuhnya.

Diharapkan dengan digelarnya rapat koordinasi bersmaa Stakeholder beserta Instansi Terkait lainnya ini, mampu meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagasan terhadap virus polio di seluruh pintu masuk Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.

Selain itu juga mampu meningkatkan pengawasan alat angkut maupun barang-barang khususnya yang berasal dari Negara yang terjangkit kejadian luar biasa (KLB) virus polio seperti Malaysia.(Ama)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026