WARTAKEPRI.co.id – Sebuah foto berisikan para perawat yang memegang kertas bertuliskan “Kami Berikan Jasa Kami, Jangan Tolak Jasad Kami” telah viral di sejumlah media sosial.
Foto itu diunggah oleh beberapa warganet, dilaman Facebook Group Wajah Batam Hot News. Unggahan ini mungkin diposting dari sejumlah medos lain dan Group WA. Khusus dilaman Group Wajah Batam telah dikomentari hampir 80 orang dengan like 970 kali
Warganet pun berbondong-bondong memberi komentar. Masih banyak warganet yang merasa sakit hati dengan aksi penolakan jenazah perawat yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah.
Berikut Komentar Warga FB Wajah Batam Hot News yang membela postingan Foto tersebut dan ada juga yang tidak setuju dengan foto tersebut.
Madu Murni M : Saya tidak akan pernah menolak jasad kalian disaat dalam tugas ini..kalian gugur…tapi tolong disaat ngak seperti ini kalian kadang tidak manusiawi juga ..terhadap pasien yg kurang beruntung dalam materi atau finansial saat mau berobat …disini kami semua menghargai…salam sehat
Ernawati Manjorang Wati : Bila ada warga y nolak jenaza y kena Corona dimanapun utk di kuburkan kasi aja manyat itu sm warga itu biar mereka kena Corona semua biar tahu rasa
Kasnanda : Ini manusia ingin viral… Kalau keberatan jagan jdi perawat atau dokter bro.. Itu jalan pilihan kalain jadi perwat..
Penekanan Pemerintah Pusat
Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk tidak menolak jenazah pasien terkait COVID-19.
“Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka itu keluarga kita yang harus menjadi korban karena penyakit ini. Bahkan ada dari mereka yang gugur karena melaksanakan tugasnya. Marilah kita menghormati mereka, tidak ada alasan menolak atau takut,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (11/4).
Yurianto menegaskan bahwa semua jenazah terkait COVID-19 mendapatkan perlakuan sesuai prosedur operasional standar internasional. Tubuh jenazah dibungkus dalam kantong plastik dan dimasukkan dalam peti yang tertutup rapat. Peti ini juga telah dibersihkan dengan disinfektan.
Pemulasaran jenazah pun dilakukan oleh petugas terlatih yang memang berwenang untuk melakukan itu. Sehingga tidak ada kemungkinan virus corona, yang tidak bertahan lama di luar tubuh manusia, untuk menyebar di daerah sekitar pemakaman.
“Selain itu, protokol penguburan jenazah sudah dibuat sesuai dengan protokol Kementerian Agama dan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 18 tahun 2020,” tutur Yurianto.
Pemerintah hingga saat ini tengah berupaya keras melindungi semua warga negara dari COVID-19. Pemerintah juga berterima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang sudah memberikan bantuan untuk melawan COVID-19.(*)
Bagaiman Pendapat Anda.. Silahkan komentar di kolom komentar di bawah.
Editor : Dedy Suwadha






























