Meninggalnya Kapten Darminanto, Menguak Kalau Kapal Minyak Tidak Safety‎

PKP Online
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Setelah berjuang sembilan hari  menahan  luka bakar sangat hebat, akhirnya  Darminanto alias Bujang Ello,  Kapten  kapal Kayu KM Indah Permata yang meledak di Pelabuhan Tanjung Bayan Desa Binjai, pada Rabu (6/4/2016) lalu, meninggal dunia pada Kamis (14/4/2016) malam sekitar pukul 23.30 WIB di RSUD Natuna.
Rumah duka di samping Kolam Renang Harmain Usman dan pihak keluarga berencana akan memakamkan Darminanto usai salat Jumat di Masjid Ibnu Salim Ranai Darat di pemakaman Keluarga depan SD 07 Ranai Darat Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.
Kapal terbakar diketahui milik Awaluddin (62) yang tinggal di Midai. ‎Kapal ini mengakut muatan minyak subsidi untuk masyarakat Kecamatan Midai sebanyak 15 Ton.
Minyak baru terisi 10 ton, dengan rincian 5 ton solar dan 5 ton bensin. Dua orang alami luka bakar serius.
Kapal hancur dan saat ini tengah penyelidikan pihak Polres Natuna. Korban dirawat di rumah sakit. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta.
Muttaqien ST, Aktivis Muda Peduli Natuna , kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi di Natuna.  Tingginya risiko untuk mengangkut bahan bakar BBM subsidi
Seharusnya pemerintah Natuna sudah punya solusi minimal punya kapal pengangkut BBM standar keselamatan yang layak.
S‎aat ini kapal pengangkut hanya menggunakan kapal berbahan kayu muatan minyak diletakkan ke dalam drum plastik sehingga tingkat risiko kecelakaan sangat tinggi.
“Kita berharap Perlu Perhatian khusus Presiden RI Jokowi dodo terhadap masalah  kapal pengangkut Subsidi BBM yang di bawa ke antar pulau di 12 Kecamatan Memenuhi kebutuhan masyrakat Keperluan Nelayan,Listrik dan sebagainya  rentan kendalinya antar Pulau” ujar Muttaqien.
‎Sementara itu, Kasat Polair Polres Natuna Iptu Zulkarnain membenarkan meninggalnya kapten kapal setekah sembilan hari dirawat Ke rumah sakit
” Saya juga baru dapat kabar dari pihak keluarga kapten kapal meninggal hari ini. ‎Pihak Polres Natuna tengah mendalami penyebab kejadian kebakaran hebat berujung maut,” ungkap Zulkarnain.
Almarhum Meninggalkan dua orang Putra Putri masih sangat Kecil duduk di bangku SD kelas tiga dan empat.
Kapal pengangkut BBM hanya kapasitas 30 Ton dan terbuat dari bahan kayu, dan  tanpa di lengkapi keselamatan kerja. (rik)
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel