WARTAKEPRI.co.id – Menurut data Dinas Kesehatan Batam, lebih dari 50 persen dari total 641 orang pengidap HIV pada tahun 2015 adalah PSK. Sementara itu, kalangan lainnya yakni pelanggan PSK yang kebanyakan dari mereka adalah pekerja perusahaan di kota industri ini.
“Di Batam banyak perusahaan dan pekerja tidak bawa istri. Itu ada pekerja perusahaan galangan kapal, elektronik, dan lainnya,” kata Sri.
Lebih jauh, total pengidap HIV di Batam meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat berkisar pada angka 500. Peningkatan ini selaras dengan pendataan yang meluas termasuk ibu rumah tangga dan remaja. Dalam pendataan pengidap HIV, Dinkes mengakui dibantu oleh pegiat sosial dari tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Automatic Teller Machine (ATM) kondom dinilai menjadi solusi pencegahan penularan HIV dan AIDS. Di mesin otomatis ini, pembeli dapat memasukkan lembaran uang ribuan dan dengan sendirinya kondom akan keluar
Dinas Kesehatan juga mencanangkan program Tutup Pintu yang ditargetkan berhasil membersihkan Batam dari HIV dan AIDS pada 2020 mendatang. “Akses layanan didekatkan dan obat dipastikan ada. Kalau Kemenkes cuma tanggung 40 persen dari Rp600 juta biaya penyebaran HIV, ada pakai APBD,” sambung Sri.
Sumber :CNN





























