WARTAKEPRI.co.id, TANGERANG – Endang Tri Wahyuni Ristandi (38), guru di SMK Kesehatan Utama Insani, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, ditemukan hangus terbakar dalam kondisi bugil di kamar mandi rumahnya di Taman Raflesia, Blok E28, RT 8/3, Perumahan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Rabu (18/5/2016).
Hingga pagi ini Kepolisian Sektor (Polsek) Panongan bersama Polres Kota (Polresta) Tangerang masih masih menyelidiki kematian Endang. Selain memeriksa lima orang, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Sejumlah barang bukti yang kini masih terus diteliti polisi tersebut, berupa jeriken berisi bensin, kain pel lantai, satu buah korek api kayu, celana dalam, dan pecahan plafon eternit rumah korban. “Ada beberapa barang yang kami amankan, karena ada keterkaitan dengan kematian korban,” ungkap Kapolsek Panongan AKP Muhamad Said.
Informasi yang berhasil dihimpun, jasad korban ditemukan setelah anaknya Alif (9) yang baru pulang sekolah curiga, karena mencium bau hangus dari arah kamar mandi.
Lantaran takut, Alif yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) kemudian meminta bantuan kepada tetangga untuk mengecek. “Si Alif bilang bau tabung gas. Terus kata istri saya, kalau bau gas main aja di sini dulu,” kata Ahmad (35), tetangga warga setempat seperti dilangsir di beritasatu.
Ahmad beserta warga setempat kemudian memberanikan diri untuk mengecek kondisi rumah korban. Saat itulah, jasad Endang ditemukan sudah dalam kondisi hangus tak bernyawa.
“Kalau tewas kesetrum pasti ada kabel listrik yang menjuntai. Tapi ini seperti sengaja dibakar,” kata Ahmad.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Gunarko menyatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dari RSU Tangerang untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi menduga, tewasnya Endang Tri Wahyuni Ristendy yang merupakan guru SMK Kesehatan Utama Insani di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang itu akibat bunuh diri dengan cara membakar diri.
“Dugaan sementara korban bunuh diri, tapi untuk jelasnya kita akan menunggu hasil otopsi tim forensik rumah sakit,” kata Kompol Gunarko.***






























