Dari Kasus 2.500 Ekstasi, BC Batam X-Ray Semua Penumpang Kapal dari Malaysia – WartaKepri
30 views

Dari Kasus 2.500 Ekstasi, BC Batam X-Ray Semua Penumpang Kapal dari Malaysia

warta sidang narkoba di batam

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Terdakwa Anwar Thamin dan Yulia merupakan pasangan suami istri (Pasutri ) atas kepemilikan 2.500 pil Ekstasi. Keduanya ditangkap petugas Bea dan Cukai pelabuhan ferry Batam center, pada pertengahan Maret lalu.

Kedua Pasutri ini membawa 2.500 lebih pil ekstasi dari Malaysia, yang disimpan ditapak sandal masing-masing. Hal ini terungkap pada persidangannya di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/6) sore.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Manurung SH menyatakan bahwa kedua terdakwa berani membawa ekstasi dengan jumlah besar karena di iming-iming mendapat upah dari pemilik barang, Ahau (DPO) di Malaysia.

” Terdakwa, dijanjikan upah Rp 10 juta jika berhasil membawa ekstasi tersebut sampai ke penerimanya di Medan,” ujar JPU Rumondang.

Pengakuan para saksi juga turut membenarkan hal tersebut.

” Sabu itu rencananya akan diedarkan di Medan melalui Batam karena dijanjikan upah, mereka berdua nekad membawa ekstasi itu,” jelas saksi Riki dan Fauzatulo dari anggota Polri.

Sementara saksi dari petugas Bea dan Cukai pelabuhan Batam Center, Riyanto dan Rosliana mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya menetapkan peraturan baru khusus untuk para penumpang yang datang dari Malaysia.

” Kami harus melakukan X-Ray tidak hanya pada barang yang dibawa, tetapi juga pada diri penumpang,” ucap saksi Riyanto.

Apa yang dikenakan penumpang saat itu, dapat terlihat jelas dilayar monitor dengan samaran berupa garis-garis warna.

” Saat kedua terdakwa melewati X-Ray, terlihat ditapak sendalnya ada bundaran-bundaran kecil berwarna hijau. Lebih lanjut kami lakukan penggeledahan,” jelas saksi Rosliana.

Ekstasi ditemukan dari masing-masing dengan jumlah yang berbeda. Terdakwa Anwar bawa 1832 butir ekstasi atau seberat 537,24 gram. Sedangkan Yulia membawa 852 butir ekstasi atau seberat 229,18 gram.

” Ekstasi sudah dibungkus dalam beberapa plastik kecil, kemudian dimasukkan ke sela tapak sandal, lalu sela itu dijahit agar terlihat seperti sandal biasa,” sebut Roslianan

Kedua terdakwa mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan yang melawan peraturan pemerintah ini. Namun saat majelis hakim yang dipimpin Hakim Tiwik didampingi Hakim Verra dan Egi SH, memeriksa paspor kedua terdakwa, terlihat keduanya sudah sering keluar masuk Malaysia-Batam dari tahun 2013.

Selanjutnya, kedua terdakwa dijadwalkan menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada pekan depan pada, Senin (20/6/2016).(nikson )

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA