LBH Mawar Sharon : Terdakwa Oki dan Borneo Bukan Pengedar atau Produsen Narkotika

386

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Lembanga Bantuan Hukum ( LBH) Mawar Sharon membacakan pledoi dua kliennya yaitu Oki Kusnadi dan Borneo Boni Anwar, atas kepemilikan sabu seberat 0,8 gram, Senin (13/6/2816) pada persidangan di Pengadian Negeri Batam.

Menurut Penasehat hukum terdakwa dan sesuai fakta-fakta persidangan, bahwa adalah adalah bukan pencadu, penggedar atau perantara bahkan produsen atau pembuat narkotika, sehingga hukum yang tepat untuk kedua terdakwa adalah rehabilitas sesuai ketentuan pasal 127 UU No. 35 tentang Narkotika.

“Bukan ketentuan pada pasal 112 UU Narkotika,” ujar John Ferry Situmeang SH dan Nico Poltak Sihombing SH dalam pembelaannya (pledoi).

Dari keterangan saksi Sophianto yang juga terdakwa menyatakan bahwa kedua terdakwa yakni Borneo Boni Anwar dan Oki Kusnadi hanya membeli sabu kepada dirinya seharga Rp 100 ribu. Sabu tersebut hanya untuk dikomsumsi oleh keduanya dan bukan untuk dijual atau diedarkan. Jelasnya.

Dalam pemeriksaan pun kedua terdakwa, mengaku salah, telah menjadi pemakai dan menyesali perbuatanya tidak akan mengulagi lagi. Untuk itu, kami selaku PH terdakwa memohon Majelis Hakim agar menerapkan hukum dengan tepat dan benar serta memberikan pertimbangan yang arif dan bijaksana dalam menjatuhkan putusan kepada kedua terdakwa.

Dalam perkara aquo dengan menyatakan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu maupun dakwaan kedua dari Jaksa Penuntut Umum(JPU), namun terdawka terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 untuk diri sendiri. Tegas Jhon Ferry Situmeang SH.

JPU menuntut kedua terdakwa Borneo Boni Anwar dan Oki Kusnadi masing masing 6 tahun penjara denda Rp 800 juta subdider 3 bulan kurungan.

Sementara Shopianto dituntut 7 tahun penjara denda Rp800 juta subsider 3 bulan kurungan.(nikson simanjuntak)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel