WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sejumlah imigran yang diketahui asal Afghanistan, semenjak beberapa malam ini telah beralih tidur di depan kantor DPRD Kota Batam. Mereka bersama keluarga merasakan alam terbuka sambil berpuasa. Enah bagaimana mereka menghadapai lebaran nantinya.
Sebelumnya, imigran yang belum jelas statusnya tersebut, tidur di ruangan terbuka taman aspirasi samping kantor Pengadilan Negeri Batam. Namun karena belakangan cuaca sering hujan, mereka berangsur pindah di depan kantor Dewan Batam.
Ketika ditemui malam tadi oleh wartakepri.co.id, seorang imigran yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa mereka merasa nyaman tidur di depan kantor DPRD dengan alasan kesehatan.
“Kalau harus tetap tidur ditaman, kan cuaca sering hujan. Jadi tidak mungkinlah, yang ada malah dapat penyakit, apalagi kita juga ada anak kecil”, ujarnya terbata-bata dalam berbahasa Indonesia.
Saat dikonfirmasi via seluler Jumat (17/6/2016), Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura menuturkan bahwa tindakan yang dilakukan para Imigran itu adalah modus. Meskipun mereka sudah diamankan oleh pihak Imigrasi, jumlah mereka akan selalu bertambah lagi.
Dijelaskan Nyanyang, pihak UNHCR juga telah kewalahan dalam mengatasi mereka. Semua tergantung kepada para Imigrannya sendiri, dan sejauh ini memang sangat susah untuk menghentikan mereka, karena Batam memang tujuan yang paling strategis bagi mereka.
Sehubungan dengan kesejahteraan mereka di Batam, dikatakan Nyanyang kalau mereka sangat sejahtera dari segi materi. Jadi, apa yang dilakukan mereka itu adalah modus. Semata-mata hanya mengharapkan perhatian khusus dari pemerintah, dimana mereka bisa mendapatkan suatu tempat yang nyaman untuk ditempatinya.
“Mereka punya uang, bisa belanja. Makanya itu adalah modus belaka, agar pemerintah Indonesia bisa menyediakan tempat penampungan yang layak untuk mereka”, bebernya.
Kepada LSM Dunia yang berada dibawah UNHCR, diminta untuk tidak memberikan harapan kepada para Imigran tersebut. Jika perlu, Imigran itu distop dalam melakukan perjalanannya. Kembalikan saja mereka kepada Negara asalnya, meskipun Negara mereka adalah suatu Negara yang dilanda konflik, imbuhnya. (ichsan)





























