Home Kepri Bupati Natuna : Puskesmas Ranai Kotor Gimana Mau Melayani Pasien

Bupati Natuna : Puskesmas Ranai Kotor Gimana Mau Melayani Pasien

Warta Kepri Hamid Rizal ke Pulau Tiga Natuna

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Bupati Natuna , H. A.Hamid Rizal ,menyentil salah satu puskesmas yang ada di Ranai sangat kotor dan jauh dari kata bersih.

Padahal keberadaan puskesmas tersebut merupakan pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat , sehingga perlu dijaga kebersihannya.

Usai melaksanakan sidak salah satu puskesmas di Ranai Natuna ‎ungkap Hamid Rizal ,wartakepri.co.id,  (16/7/2016).

“Saya heran ada salah satu puskesmas yang  sangat kotor seperti rumah tinggal bangunan gedung sangat perlu perawatan ,”kata Hamid.

Fasilitasnya banyak yang kurang dan gedungnya perlu direhab, juga mendengar tunjangan intensef para pekerja puskesmas tahun  2015 belum di bayar oleh Diskes, kata Hamid.

“Saye baru selesai meninjau Puskesma Ranai meliat pelayanannya dan fasilitas yang ada serta gedung
Kantornya saja seperti itu bagaimana memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap masyarakat,” kata Hamid.

Seharusnya puskesmas itu merupakan salah satu contoh bagi masyarakat, namun ini sebaliknya puskesmas ini sangat jorok sehingga udara yang di hirup di sana juga bisa menjadi biang penyakit juga”

Hamid Rizal juga menambahkan Jika saat ini puskesmas Natuna ada sebanyak 13 unit tersebar di kecamatan natuna, empat gedung  puskesmas diantaranya Ranai, Sedanau, Midai dan Serasan memiliki ruang inap menampung rawat inap.

Sedangkan pustu sejumlah  31,poskesdes 22, posyandu 115 kecamatan yang ada.

Dimana keberadaan Puskesmas tersebut merupakan tempat rujukan masyarakat  berobat, tentu harus  bersih.

Jika puskesmas tidak bersih dikhawatirkan pasien bukannya sembuh malah bertambah sakit. Begitu pula yang sehat biasa ketularan terserang penyakit.

“Seluruh puskesmas kondisinya harus bersih, karena ia bersifat untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Kebersihan lingkungannya juga mesti diperhatikan secara serius, agar puskesmas benar-benar jadi sumber rujukan untuk berobat bagi masyarakat kepulauan Natuna,” harapnya.
Sebagai catatan, Hamid Rizal mengimbau kepada seluruh camat tempat puskesmas berada Natuna, harus memperhatikan dan terus lakukan perantauan terhadap kondisi puskesmas dan lingkungannya.

Jangan sampai ada lagi puskesmas seperti rumah tinggal, tidak mencerminkan bersih, tutur Hamid.

Dijelaskan hamid, satu puskesmas Rasio memberikan pelayanan untuk 78.000 penduduk, dengan demikian 15 persen populasi pelayan tiap tahunnya di berikan. Dengan demikian kalkulasinya satu hari pelayanan minimal 15 pasien.

“ Kita masih butuh tenaga dokter untuk ditempatkan di wilayah perdesaan perbatasan seperti di Kecamatan Kecamatan di pulau pulau sangat jauh rentan kendali dari Pusat Kota,” kata Hamid Rizal.

Para dokter umum Puskesmas  ditempatkan di wilayah perdesaan karena masyarakat di sana menginginkan pengobatan yang terbaik dan tidak ada bedanya masyarakat yang tinggal di kota maupun desa.

“ Kita masih butuh tenaga dokter tiga kali lipat dari jumlah yang sekarang yaitu dokter umum dan spesialis. Jumlah itu pun masih kurang untuk dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Natuna,” kata Hamid Rizal. (ricky).

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026