Anggota Ditpam BP Batam Ini Disuruh Terdakwa Rudi Liu Untuk Bebaskan Kebun

267
Warta Kepri Sidang Perkara Sengketa Lahan BP BAtam saksi

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Saksi meringankan yang dihadirkan oleh terdakwa Rudi Liu mengaku tidak mengetahui kondisi tanaman lain dan persoalan lahan yang terjadi antar terdakwa dengan Ruki Lim.

” Saya diminta terdakwa Rudi Liu untuk membebaskan tanaman pohon pisang yang ada di lahannya. Dan memberikan uang untuk membayarkan pada pemilik tanaman “tuhan”, ” kata saksi Foraeng Sinamblea,  Senin (9/8/2016) dihadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum.

Keterangan itu diungkapkan saksi, majelis hakim dan Jaksa mencerca banyak pertanyaan. Jaksa, Apakah menerima uang dan membayar pada orang lain adalah tugas dan fungsi saudara.? . Jawab saksi …Ya

Posisi saudara di Direktorat Pengamanan (Dirpam) bisa menerima dan membayarkan uang pada pemilik tumbuhan ?. Jawab saksi, Ya.

Kemudian, kenapa terdakwa Rudi Liu meminta saksi untuk membayarkan pembebasan kebun pada pemilik tumbuhan dan taukah saksi lahan itu milik siapa.?

Jawab saksi, awalnya saya cek ke lokasi dan terdakwa sudah lama saya kenal. Sebelumnya saya udah enam kali disuruh terdakwa untuk membayarkan pembebasan kebun tumbuhan orang lain. Soal pemilik lahan sesuai fatwa, kata terdawa milik masyarakat. Katanya.

Sementara, Hasbi SH selaku Jaksa penuntut umum mengatakan saksi tidak memiliki dasar yang kuat untuk mengikuti permintaan terdakwa membebaskan kebun meskipun berada di row jalan. Karena tugas dan tangungjawab bukan untuk suruhan terdakwa dan seharusnya konfirmasi dulu pada masyarakat, RT dan RW bukan pada terdakwa. Tegas Hasbi SH, Rabu (10/8/2016) diruangannya.

Saksi mengatakan bahwa terdakwa mengaku pembebasan lahan atas permintaan masyarakat, namun saksi tidak dapat menunjukkan bahwa bukti bahwa masyarakat yang meminta karena tidak berkoordinasi kepada warga setempat.

Persidangan yang diketuai Majelis Hakim Tiwik SH didampingi Egi SH dan Endi Nurindra Putra SH.
Tanah Perumahan Taman Harapan Indah milik Ruki Lim, ditimbun terdakwa sekitar 30 x 100 meter menggunakan lori dan beko sehingga menutupi pondasi, besi dan pralon yang sudah dibangun developer.
Atas perbuatan terdakwa melanggar pasal 406 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang tindak pidana pengerusakan. (nikson simanjuntak )

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel