Tiba di Natuna, KRI Banjarmasin Angkut Peralatan dan Ratusan Personil

528
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – KRI Banjarmasin 592 (KRI BJM-592), salah satu dari armada TNI AL Jumat, 26 Agustus 2016 pukul 07.30 tiba di Pulau Terdepan dan sandar di dermaga Selat Lampa dalam rangka mendukung pertahanan TNI di Natuna.

” Kapal KRI Banjarmasin ,sedang membongkar satu persatu kendaraan dari lambung Kapal beserta material guna pembangunan penguatan pertahanan di natuna,” ujar Dandim 0318/Natuna, Letkol inf Ucu Yustiana S.I.P Di hubungi Wartakepri.co.id, (27/8/2016).

Sebagaian besar hadir merupakan sarana penunjang pembangunan seperti, Mobil Truck TNI untuk Mendukung Pembangunan Pertahanan Natuna serta di lanjutkan dengan embarkasi yang terdiri dari,MABES TNI 30 personel,TNI AD 54 personel,TNI AL 180 personel,TNI AU 16 personel.Tutup Ucu yustiana singkat.

Kapal KRI Banjarmasin adalah karya anak bangsa yang mampu bersaing dengan kapal-kapal asing jenis yang sama.

“KRI Banjamrmasin merupakan salah satu unsur KRI di bawah Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), merupakan hasil karya anak bangsa yang dibangun di galangan PT PAL, dan bergabung resmi di Angkatan Laut pada tanggal 28 November 2009,” ujar Komandan KRI BJM-592, Letkol Laut (P) Arief Rakhmat B, di Jurnal Maritim di sadur ulang oleh Warakepri.co.id.

KRI Banjarmasin adalah salah satu dari empat kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dimiliki TNI AL selain KRI Dr Suharso 990, KRI Makassar 590, dan KRI Surabaya 591. Bangunan atas kapal berdesain “stealth” untuk mengurangi ”Radar Cross Section” sehingga tidak mudah ditangkap radar musuh. Getaran kapal yang rendah membuat pelayaran menjadi lebih nyaman.

Kapal ini juga dipersenjatai dengan 1 unit meriam kaliber 57 mm dan 2 unit senjata anti serangan udara yaitu meriam kaliber 40 mm di haluan dan dua meriam 20 mm di kanan dan kiri anjungan.

Selain itu, KRI BJM-592 didesain dapat dipasang senjata 1 unit meriam kaliber 100 mm dan dilengkapi sistem kendali senjata sehingga kapal memilki kemampuan mempertahankan diri.

“Kapal ini memiliki kemampuan angkut personil, kemudian rampid, bahkan mengangkut lima Helli dengan posisi tiga di geladak dan dua di hanggar. Mungkin itu spesifikasi secara umum KRI Banjarmasin 592,” ucapnya.

Berbicara tentang fungsinya, Arief Rakhmat menjelaskan, KRI Banjarmasin 592 sesuai dengan kelasnya, yaitu sebagai kapal angkut personil, pengangkut Amphibi hingga Hellicopter, yang mempunyai kemampuan docking dan undocking dalam rangka memproyeksikan kekuatan dari laut ke darat melalui landing craft unit, baik dalam operasi amphibi maupun operasi lainnya.

“Selain fungsi tersebut kapal ini juga mampu memiliki fungsi penjajakan pasukan, material logistik, mendukung pengoperasian helli, melaksanakan patroli keamanan laut rutin dan mendukung operasi bhakti,” lanjutnya.

Menurut Arif, KRI jenis ini juga dapat menjadi tempat praktek pendidikan dan latihan.

“Seperti saat ini, KRI Banjarmasin 592 sedang melaksanakan Satgas KJK Milan 2015, dimana ‘on board’ para Taruna Akademi Angkatan Laut, Taruna Pelayaraan, Taruna Perikanan dan SMK Pelayaraan termasuk adik-adik dari UHT dan SMU dari Cilacap,” ungkapnya.

“Di dalam negeri tentu saja mendukung tugas operasi yang dibebankan kepada kami, antara lain pengamanan perbatasan, VVIP dan lainnya.

Operasi di Luar Negeri yang pertama adalah mendukung operasi Satgas Merah Putih membebaskan KM Sinar Kudus di perairan Somalia, Operasi di Brunai dan tahun 2014 juga melaksanakan KJK di Sindau China dan hari ini kita juga sedang mengemban pelayaran Kartika Jaya Krida 2015 ke Milan,” demikian sang komandan mengakhiri pembincangan.

Sejak bulan Maret 2011, KRI Banjarmasin 592 memiliki saudara kembar, yaitu KRI Banda Aceh 593. (rikyrinovsky)
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA