WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Forum Dialog Karakter Bangsa dan Wawasan Kebangsaan dalam Mencegah Budaya dan Ideologi Asing bagi Masyarakat Wilayah Perbatasan di Kabupaten Natuna, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Acara diikuti 100 pelajar ini dilaksanakan selama dua hari, hingga (7/9/2016) diselenggarakan di hotel Natuna.
Pada hari pertama, turut mengundang tokoh agama, tokoh Masyarakat, adat dan pemuda seta instansi pemda Natuna. Kegiatan dibuka Oleh Bupati Natuna melalui Asisten I Pemda Kab Natuna, Yakub Ismail dalam sambutan mengatakan.
” Semoga dengan Pelaksanaan Kegiatan ini, Masyarakat Natuna sebagai beranda terdepan dapat memahami akan pentingnya Kecintaan sebagai warga negara terhadap NKRI dan upaya mencegah Ideologi Asing di Natuna,” ungkap Yakub Ismail.
Lanjut Yakub, Wawasan Kebangsaan Merupakan tema penting yang tidak pernah usang untuk kita perbincangan. Yakub mengimbau, agar fokus untuk menggali potensi dan kemandirian bangsa sebagai pondasi dalam menghadapi arus globalisasi.
Dihari Kedua Rabu (7/9/2016), peserta dari Perguruan tinggi (STAI) dan SMA Sederajat. Dialog mengusung Dasar Negara Pancasila dikalangan para pelajar sangat penting dalam pembentukan moral dan karakter bangsa.
Apalagi, saat ini pendidikan budi pekerti dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) mulai tergerus dalam mata pelajaran dicemaskan pengaruh budaya gelobal harus di benteng dengan mengairahkan kembali semangat pancasila.
Tak hanya itu, Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) pun juga telah ditiadakan, padahal mempelajari dan mendalami Pancasila sejak usia sekolah merupakan keharusan bagi bangsa ini agar benar-benar menjadi bangsa yang berkarakter Pancasila.
Demikian disampaikan Hartono, SH Kasubdit Karakter dan Wawasan Kebangsaan kemendagri dalam dialog dipandu oleh moderator Syamsul Anwar, ST,Staf Kesbang Natuna.
Materi Kedua dengan judul Bersatu dalam Perbedaan Menuju Indonesia Mandiri Oleh Dr. Eko Yulianto dari LIPI.
Kepala Bakesbangpol Natuna, Drs. Muhtar achmad, M. Eng, menjelaskan inti dari kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan sekaligus menguatkan nasionalisme Warga Natuna terhadapa NKRI. Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pendahulu bangsa yang telah dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya.
Sekaligus mewujudkan semangat Persatuan dan Kesatuan dalam Perbedaan Menuju Indonesia Mandiri Pemahaman masyarakat Perbatasan akan Nilai-nilai Pancasila dan Semangat Nasionalisme.
” Maka segenap warga di Natuna sudah seyogyanya mempertahankan kemerdekaan tersebut dengan cara mengisinya melalui pembangunan, demi terwujudnya bangsa yang maju, adil dan makmur,” tutur Muktar.
Bagi para pelajar, tentu sudah seharusnya mengisi masa studinya dengan giat belajar agar kelak bisa mengisi estafet kepemimpinan bangsa yang berdasarkan Pancasila.
Materi pertama dimulai dengan Karakter dan Wawasan Kebangsaan untuk memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa oleh Kasubdit Karakter dan Wawasan Kebangsaan Hartono, SH. dipandu oleh moderator Yodie Indrawan, S. STP, MA Kasi Karakter Kebangsaan.
Sedangkan pemateri ke dua Pemaparan dengan judul Bersatu dalam Perbedaan Menuju Indonesia Mandiri Oleh Dr. Eko Yulianto dari LIPI.
Sesi ke dua, penyampaian oleh Kabid Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Kardiman, SE tentang Aktualisasi Nilai nilai Pancasila. Dilanjutkan dari Akademisi Dosen STAI Natuna Umar Natuna S Ag, mengupas topik Diskursus Nasionalisme Perbatasan Kebangsan yang terbelah.(rikirinov)





























