Solidaritas SAAM Tanjungpinang Desak Kasus Basecamp Diselidiki PPNS

156

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Solidaritas Anti Arogansi dan Mitas (SAAM) mendesak Pemerintah Kota Tanjungpinang beserta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tanjungpinang menyelesaikan proses penyidikan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Basecamp Cafe.

Hal tersebut dikatakan Baharudin selaku koordinator Solidaritas Anti Arogansi dan Miras dan ketua BEM Stisipol Muhamad Shadiq saat konferensi Pers di Jalan Pemuda kedai kopi Uncu pada Selasa, (11/10/2016).

Baharudin mengatakan, menyikapi pasca aksi unjuk rasa yang kami lakukan pada tanggal 4 Oktober 2016, hampir satu minggu belum ada kejelasan, terkait persoalan Basecamp Cafe Tanjungpinang yang telah mencoreng dunia Pendidikan diduga melanggar peraturan Daerah Kota Tanjungpinang nomor 9 tahun 2010.

Dalam hal ini kami meminta dan mendesak Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam hal ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tanjungpinang yang merupakan lembaga di beri kewenangan untuk melakukan penyidikan terkait dugaan pelangaran Perda Kota Tanjungpinang.

Lebih Lanjut Ia mengatakan, sampai saat ini masih menunggu dan mendesak apa yang menjadi rekomendasi dari PPNS sangsi apa yang akan di berikan kepada manajemen Basecamp Cafe, kita juga mendesak kepada PPNS untuk dapat merilis hasil penyidikan terkait izin-izin yang di miliki oleh manajemen Basecamp Cafe.

” Sehingga persoalan ini tidak menimbulkan multi persepsi ditengah tengah masyarakat dan semakin berlarut larut tanpa adanya kejelasan,” ujar Baharudin.

Selain itu, kami juga meminta kepada Polres Tanjungpinang untuk terus memproses laporan dugaan pencemaran nama baik dunia pendidikan yang diduga dilakukan oleh Manajemen Basecamp Cafe & Bar yang beberapa waktu lalu yang dilaporkan oleh PGRI kota Tanjungpinang.

pada perinsipnya kami juga tetap menuntut agar Basecamp Cafe & Bar ditutup selamanya ataupun dicabut izinnya namun tetap sesuai pada ketentuan yang berlaku. Apabila rekomendasi penyidikan oleh PPNS tetap memberikan kesempatan Basecamp Cafe & Bar beroperasi.

“Maka kami mendesak agar tetap diberikan sangsi tegas,supaya merubah konsep Manajemen Basecamp Cafe untuk tidak menjual minuman alkohol,” tegasnya.

Akan hal ini, Solidaritas Anti Arogansi & Miras sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini owner Basecamp Cafe & Bar tidak juga kunjung mengindahkan permintaan dari Walikota Tanjungpinang untuk meminta maaf secara langsung kepada elemen masyarakat dan mahasiswa.

“Kami sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini owner Basecamp Cafe & Bar tidak juga kunjung mengindahkan permintaan maaf owner Basecamp Cafe & Bar tersebut hanya dilakukan beberapa media cetak dan media online dan hal ini kami anggap merupakan permintaan maaf yang setengah hati,” ujarnya.

Atas nama Solidaritas Anti Arogansi & Miras dengan ini menyatakan sikapnya apabila 3X24 jam terhitung sejak pernyataan sikap ini tidak juga ada kejelasan dari hasil penyidikan oleh PPNS kota Tanjungpinang.

“Maka Solidaritas Anti Arogansi & Miras akan turun kembali melakukan unjuk rasa dengan satu tuntutan Basecamp Cafe WAJIB ditutup selamanya,” tegasnya. ‎(yansyah).

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel