‎ M Yunus Tidak Tau Kalau Pasar Rakyat adalah ‎Lahan KKOP Bandara

188
Rapat Dewan Komisi 3 DPRD Batam
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – M.Yunus anggota komisi IV mengaku sebagai pemilik lahan yang dibangun kios pasar rakyat oleh pengelola, tepatnya di kampung Jabi Kabil Batam.

Menurutnya, sejak berdirinya Bandara Hang Nadim Batam, tidak pernah ada informasi bahwa lahan 300 meter dari pinggir jalan merupakan lokasi pengembangan Bandara.

Lahan yang dihuni sekitar 158 kepala keluarga (KK), termasuk bangunan kios pasar rakyat sudah turun temurun dikuasai oleh orang tua.
Sangat disayangkan, ketika pihak pengelola meminta lahan tersebut untuk dibangun pasar rakyat, ada point dalam perjanjian yang mau menjerumuskan saya sehingga meminta merevisi kembali.

Dalam point perjanjian tersebut ditulis, bahwa pihak pemilik lahan tidak berhak atas bangunan kios dan selama berdiri. Saat itu juga saya minta direvisi kembali perjanjianya. Kata M. Yunus, Selasa (29/11/2016) di ruang rapat dengar pendapat DPRD Kota Batam.

Sementara, Budi Santosa selaku Dirpam BP Batam
menerangkan; bahwa lokasi bangunan kios pasar rakyat tersebut merupakan peta kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim Batam dan termasuk jalur merah yang harus dibebaskan dari bangunan.

Sebelum dikeluarkan surat peringatan 1 hingga 4, sudah dilakukan rapat pendataan kepada pemilik rumah yang ada dilokasi termasuk kampung Jabi. Peneguran sudah dilakukan agar lokasi pasar yang dibangun adalah lahan KKOP, kata Budi Santoso

Kemudian, Ali Hasim anggota DPRD Batam komisi 1 Batam meminta agar penggusuran ditunda dulu dan dilakukan musyawarah untuk mencari solusi. Namun tidak mengabaikan aturan yang ada. (nikson simanjuntak)
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel