Terdakwa Rustam Effendi Ginting, Pelaku Pembunuhan Dua Remaja Bacakan Pledoinya

377
Terdakwa Rustam Effendi Ginting, Pelaku Pembunuhan Dua Remaja Bacakan Pledoinya

Wartakepri.co.id, Batam –Setelah memperoleh tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan sebelumnya, terdakwa Rustam Effendi Ginting kasus pembunuhan terhadap
Redemtus Firdaus (17) dan Rikardo Alen Sitompul, (17) menyampaikan pledoi.
Menurutnya tuntutan JPU , 10 tahun penjara terhadapnya terlalu memberatkan.

Hal itu disampaikan oleh terdakwa Rustam Ginting saat persidangan pledoi kuasa hukumnya selesai dibacakan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (28/08/2017). Bertindak sebagai hakim ketua Redithe dan hakim anggota Jasael Manulang serta M. Chandra

Terdakwa menyampaikan secara tertulis permohonan keringanan kepada majelis hakim. Rustam Ginting mengatakan bahwa pasal yang dibuat JPU karena ada tekanan dari sekelompok orang, sehingga pasal UU tentang perlindungan terhadap anak dikenakan padanya. Sementara, sebelumnya saat pemeriksaan dikenakan pasal 170 KUHP. Kata Rustam Ginting.

Terdakwa Rustam Effendi Ginting menambahkan, ia mengajukan permohonan atau pledoi secara tertulis kepada majelis hakim ini karena ada beberapa alasan diantaranya, perbuatanya selaku RW bukan hanya kepentingannya tapi untuk warga. Selama menjabat RW banyak kemajuan dilakukan di tempat perumahanya.

“Yang Mulia saya merupakan tulang punggung keluarga, kami mohon untuk hukuman diringankan,” ungkap terdakwa Rustam Ginting.

Dalam sidang tersebut, terdakwa menunjukan bukti foto dalam handphone pada majelis hakim. Namun sangat disayangkan, kurangnya  ketegasan dari hakim karena saksi dan pembuktian sebelumnya sudah selesai, kenapa ada bukti lagi. Sementara terdakwa dan lima terdakwa lainnya sudah dituntut 10 tahun penjara, denda 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Lucunya lagi, lima terdakwa lain tidak mengajukan pledoi seperti yang dilalukan terdakwa Rustam Effendi Ginting. Kelimanya hanya mendengar pledoi Rustam. Seakan kelima terdakwa inilah pelaku pembunuhan yang sesungguhnya, sehingga dengan percaya diri Rustam Ginting membacakan pledoinya.

Hal ini pun ditanggapin dari keluarga korban dan mengatakan: bukti itu tidak logis lagi ditunjukkan dalam sidang, karena persidangan tinggal putusan. Seharusnya tuntutan itu terlalu ringan dengan dua nyawa yang sudah melayang. Terdakwa Rustam Ginting seharusnya dihukum berat dan setimpal dengan perbuatanya. Ucap keluarga korban saat terdakwa Rustam membacakan pledoinya.

Atas pledoi terdakwa Rustam Ginting tersebut, majelis hakim menerangkan bahwa semua bukti dan keterangan saksi menjadi pertimbangan hakim.

“Kalian ( para terdakwa red) jangan gelisah, karena bukti dan keterangan saksi menjadi pertimbangan kami dalam membuat keputusan,” kata hakim Redithe.

Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Rumondang Manurung SH dan Yogi Nugraha SH, menuntut Enam terdakwa dengan Pasal 80 ayat 3 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Keenam terdakwa adalah :Rustam Effendy Ginting, Adi Chandra, Wirman, Amul Husni Jamil, Indra Sasmita dan Muhammad Riki Ragus. Sidang yang diketuai majelis hakim Redithe SH. Sidang akan kembali digelar tanggal 5 September 2017, untuk mendengarkan putusan.

 

 

( Nikson Simanjuntak )

 

 

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA