BI Kepri : Tranksaksi Gesek Tunai Kini Mulai Mengkhawatirkan

705
Bank Indonesia Kepri

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dalam sistem pembayaran non tunai, Bank Indonesia (BI) melarang adanya kegiatan transaksi Gesek Tunai (Gestun) yang dilakukan para konsumen. Larangan tersebut mengacu kepada tugas pokok BI yang sangat peduli dengan terciptanya efisiensi dalam sistim pembayaran, selain kesetaraan akses hingga kepada perlindungan konsumen.

“Dihimbaukan kepada seluruh perbankan diseluruh Kepri, untuk tidak memberlakukan transaksi Gestun oleh para konsumennya. Apabila kegiatan tersebut semakin banyak dilakukan, maka akan menimbulkan kerugian terhadap konsumen serta mengakibatkan terjadinya kredit macet,” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra kepada media, Selasa (14/6/2016).

Gestun adalah penarikan dana tunai dengan menggunakan kartu kredit di merchant. Dengan melakukan Gestun, pemilik kartu kredit seolah-olah berbelanja di merchant, namun yang diperoleh bukanlah barang, melainkan uang tunai.

Pelarangan tersebut, kata Gusti, bertujuan agar industri kartu kredit dapat tumbuh secara sehat dan aman sekaligus dalam rangka perlindungan konsumen jasa sistim pembayaran. Praktik Gestun berpotensi menjerat pemilik kartu kredit dalam pinjaman yang dapat berakhir menjadi kredit bermasalah.

Menurutnya, selain merugikan konsumen, juga akan berimbas kepada meningkatnya Non Performing Loans (NPL) bagi perbankan penerbit kartu kredit. Selain itu, Gestun sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kegiatan pencucian uang.

Transaksi Gestun, kata Pria berdarah Minang ini, juga dapat mengakibatkan kesalahan persepsi terhadap tujuan dari kartu kredit, yaitu untuk alat pembayaran dan bukan sebagai fasilitas kredit dalam bentuk uang tunai. (ichsan/ded)

Honda Capella

FANINDO