WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Drainase yang ambruk di Perumahan Botania Garden I, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota kemarin, Selasa (16/1/2018) malam, berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.
Air dari dalam drainase meluap dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Bahkan, sejak tadi malam genangan air itu juga mengalir masuk ke halaman lingkungan sekolah SMPN 28 Batam.
Akibatnya, pihak sekolah terpaksa meliburkan peserta didiknya karena ada beberapa orang anak yang mengaku mual dengan aroma tak sedap dari genangan air tersebut.
“Kami sudah upayakan untuk anak-anak masuk, tetapi bau air yang berasal dari parit itu sangat menyengat sehingga ada beberapa siswa yang mual. Sebab itu, kami putuskan anak-anak untuk pulang,” ujar Tri, seorang guru SMPN 28 Batam.
Meski telah diupayakan melakukan perbaikan oleh pemerintah, namun tetap saja kejadian itu telah menimbulkan kerugian. Tak salah jika proyek pengerjaan drainase di depan ruko Developer Fanindo itu dipertanyakan.
Menurut Manager Tekhnik Fanindo Botania I, Lukman mengatakan bahwa proyek drainase tersebut dibangun sekitar 2 tahun yang lalu. Pengerjaannya dilakukan oleh Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Batam.
“Itu yang ngerjain Dinas PU dulunya,” kata Lukman usai mendampingi kunjungan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad ke lokasi, Rabu (17/1/2018) siang.
Pernyataan Lukman itu juga diperkuat oleh masyarakat setempat yang mengatakan bahwa drainase tersebut dulunya merupakan proyek Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Batam.
“Dulunya memang proyek pemerintah, itu proyek Bina Marga,” kata seorang warga yang enggan namanya dipublikasi.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Batam belum dikonfirmasi terkait proyek drainase tersebut. (amr)






























