Home Batam Bau Air Luapan Drainase Ambruk di Botania 1 Pulangkan Pelajar SMPN 28...

Bau Air Luapan Drainase Ambruk di Botania 1 Pulangkan Pelajar SMPN 28 Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Drainase di Perumahan Botania Garden I, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, ambruk sepanjang kurang lebih 7 meter.

Drainase jalan yang menghubungkan antara Perumahan Botania I, Perumahan Geysya Resident dan Taman Raya Tahap 5 ini ambruk dengan kedalaman 4 meter dari permukaan jalan.

Ketua Rukun Warga (RW) 29 Perumahan Botania Garden I, Usman mengatakan bahwa drainase itu ambruknya kemarin malam, dan sudah dilaporkan warga kepada pihak kelurahan.

“Kejadiannya tadi malam. Warga menduga karena tumpukan timbunan diatasnya itu yang jadi penyebab ambruk,” ujar Usman, Rabu (17/1/2018).

Lurah Belian, Kamarul Azmi saat meninjau langsung ke lokasi mengatakan bahwa runtuhnya drainase tersebut disebabkan tidak kuatnya bobot atas tembok menahan timbunan yang menumpuk.

Pihaknya pun telah mendatangkan 1 unit alat berat Excavator untuk membersihkan puing reruntuhannya, dan itu mulai dikerjakan tadi malam setelah menerima laporan dari warga.

“Saat ini solusinya kita gali dulu supaya air yang menggenang dapat mengalir secepatnya. Lagipun sekarang musim hujan,” kata dia.

Kata Kamarul, itu adalah drainase ruko Developer Fanindo. Sebab, posisinya berada di depan ruko Fanindo.

“Bila menunggu dari Fanindo, tentu lama dan sementara SMPN 28 sudah tergenang air. Makanya kita langsung turunkan beko dari Bina Marga,” ucapnya.

Peristiwa ambruknya drainase ni mengakibatkan terjadinya luapan air dan menggenangi halaman lingkungan SMPN 28 Batam. Pihak sekolah terpaksa meliburkan seluruh peserta didiknya.

“Kami sudah upayakan untuk anak-anak masuk, tetapi bau air yang berasal dari parit itu sangat menyengat sehingga ada beberapa siswa yang mual. Sebab itu, kami putuskan anak-anak untuk pulang,” ujar Tri, seorang guru di SMPN 28 Batam.

Sementarai itu, masyarakat sekitar lokasi berharap agar drainase itu cepat selesai diperbaiki karena mengeluarkan bau yang tidak sedap dari genangan air tersebut.

“Sangat menggangu, apalagi datang hujan pasti banjir,” kata Edi warga setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pengerjaan perbaikan ambruknya drainase masih berlangsung dan disaksikan oleh beberapa warga di lingkungan tersebut. (amr)

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026