WARTAKEPRI,co.id, NATUNA-Para tenaga pendidik (guru) di tingkat sekolah menengah atas harus aktif mendampingi pelajar dalam menyikapi setiap penyebaran informasi berkonten politik di sosial media (sosmed).
“Zaman disruption seperti ini kemungkinan pemilih pemula di tingkat sekolah terpapar hoax tinggi,” ujar Ketua Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto di Jakarta, Minggu (21/10/2018) tulis Info Publik.
Menurut dia, jumlah pemilih pemula yang tidak sedikit, tentunya menjadi sasaran oknum untuk menyasar segementasi ini.
Oleh karena itu, pemilih jenis ini akan rawan sekali menjadi korban informasi hoax demi kepentingan suatu oknum atau golongan.
Keterbatasan pengetahuan dalam memahami kondisi politik yang terjadi saat ini menjadi pintu masuk oknum untuk mempengaruhi pemilih. “Pemilih pemula memiliki keterbatasan pengetahuan yang masih minim,” imbuhnya.
Mengatasi hal itu, lanjut dia, peran guru harus netral untuk memberikan imbauan kepada peserta didik terkait informasi politik.
Jika, konten yang terkandung terlalu negatif perlu diberikan pengertian pada murid. “Idealnya sebagai guru harus netral sikapi kondisi politik,” katanya.
Langkah ini perlu dilakukan, agar menjamin pemilih pemula tetap aktif memberikan partisipasi dalam pesta demokrasi. Kemudian, mempersiapkan kaum muda yang matang dalam menyikapi setiap penyebaran informasi negatif maupun positif.
“Tahapan ini merupakan proses bagi para pemilih pemula untuk memahami politik dalam negeri,” pungkasnya.
Suara Natuna
M.Riky Rinovsky Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Natuna sependapat apa dikatakan ketua KPAI pusat.
Sejatinya Pemuda dan pemudi adalah salah satu generasi muda bagi bangsa Indonesia ke depannya dimana generasi muda dituntut untuk ikut berpartisipasi dalam dunia politik supaya dapat memajukan daerahnya masing-masing agar tercapai pada tujuan kehidupan bernegara dan bisa menjadi pemimpinyang berkualitas pada masa yang akan datang.
Karena generasi muda akan menjadi pemimpin disuatu daerah dan meninggalkan segala tindakan pribadi, karena menjadi pemimpin suatu daerah adalah orang yang netral dan yang tidak mengandung intimidasi serta dapat membawa perubahan dan kontribusi bagi daerah maupun negara itu sendiri.
KPU Kab Natuna juga harus bisa membaca karakter generasi milenial yang akan mengikuti pesta demokrasi tahun ini, agar panggung demokrasi ini bisa dirasakan oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Natuna dan umumnya Indonesia.
“Saran kita,untuk meningkatkan partisipasi di kalangan pemuda setidaknya KPU di Natuna bisa membuat agenda atau rangkaian acara yang bisa menarik perhatian atau pemilih pemula sadar akan pentingnya berpartisipasi dalam setiap pemilu yang diselenggarakan oleh negara, baik dari pemilihan setingkat Pileg maupun pemilihan setingkat presiden,”tutupnya.(Randu)





























