Diprediksi Gerhana Bulan 17 Juli, Kemenag Imbau Umat Shalat Khusuf

154

WARTAKEPRI.co.od. Nasional – Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam Indonesia untuk melaksanakan shalat khusuf atau shalat gerhana bulan dan melakukan khutbah. Imbauan itu menyusul gerhana bulan parsial di Indonesia pada Rabu (17/7) mendatang.

Kemenag bahkan mengeluarkan tuntunan shalat khusuf bagi umat Islam yang belum mengetahuinya.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin, mengatakan, berdasarkan data astronomis gerhana bulan parsial tersebut akan terjadi pada Rabu (17/7) mendatang, tepatnya mulai pukul 03:01 WIB.

Menurut dia, hampir seluruh kawasan IndonesIa dapat mengamati gerhana bulan parsial tersebut. Sedangkan puncak gerhana akan terjadi pada pukul 04.30 WIB dan akan berakhir sekitar pukul 05:59 WIB.

“Sehubungan dengan itu, bagi kaum Muslim diimbau melakukan shalat sunat gerhana secara berjamaah dan melakukan khutbah, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam pelaksanaan shalat gerhana,” ujar Amin dalam siaran persnya, Sabtu (13/7).

Sebelum melaksanakan shalat khusuf, Amin juga mengimbau kepada umat Islam untuk bertakbir terlebih dahulu, memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amal amal kebajikan lainnya. “Di samping itu, kami mengimbau umat Islam berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara,” kata Amin.

Adapun bagi umat Islam yang ingin menjalankan Salat Khusuf, berikut ini tatacaranya:

a. Berniat di dalam hati;

b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);
d. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;
e. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;
f. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
g. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
h. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
i. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
j. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
k. Salam.
L. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah.

Sumber:republika

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN