Perusahaan Produksi Daur Ulang Diduga Terlantarkan Karyawan Usai Kecelakaan Kerja

356

WARTAKEPRI.co.id,BATAM – Sebuah Perusahaan produksi daur ulang plastik diduga tidak bertanggung jawab atas musibah yang dialami karyawannya. Perusahaan berdalih tidak mau tanggung jawab padahal selaku perusahaan wajib memberikan perlindungan terhadap karyawannya yang mendapatkan musibah.

Pengacara Antonius, Eduard Kamaleng mengatakan Insiden yang terjadi tersbeut, sama sekali tidak memiliki Safety untuk karyawan. Artinya karyawan tidak diikut sertakan dalam kepesertaan pengurusan BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Sesuai dengan ketentuan undang undang ke tenaga kerjaan, Sebelum merekrut tenaga kerja harus mendaftarkan diri dulu baru menerima karyawan. Walaupun misalnya mendaftarkan dengan catatan ada yang menanggung,”ujar Pengacara korban Antonius, Eduard Kamaleng Senin (15/7/2019) di kantor Advokat Batam Centre.

Eduard menuturkan, Kronolgis kecelakaan tersebut berawal dari saat jam kerja dimana kaki Kelingkingnya tertimpa forklip segingga di bawa ke Rumah sakit Elisabeth Batam kota dokter menyarankan hingga amputasi pada Mei 2019 kemarin,”tutur Eduard.

Langkah selanjutnya, sambung Eduard, seharusnya ada penyelesaiannya sehingga ada tindakan yang jelas pada korban.

“Jangan sampai di ditelantarkan itu saja yang kita inginkan,”jelasnya.

Kemudian, kita sudah tulis surat ke pegawai instansi bidang pengawas ke tenaga kerjaan supaya ada tindakan. Sebelumnya, Kecelakaan yang terjadi pada kaki kanannya dilindas sama forklip. Hanya ditangani begitu saja.Tidak fokus terhadap pengobatannya,”kata Eduard.

Diduga, Pemiliknya berasal dari Thailand. Saat dikonfirmasi kuasa hukum korban ke lokasi perusahaan, selalu berdalih tidak ada di kantor.

Korban bernama Antonius umur 44 Tahun asal Flores yang mana korban statusnya masih kerja harian. Kurang lebih setahun kerja. Kejadian kecelakaan nya pada tanggal 15 Maret 2019.

Menurut ceritanya, karyawan berobat aja nggak tau. Karena tidak ada jaminan BPJS. Karena sedang mencari siapa yang bisa bantu.Sudah 4 bulan tidak ada berobat. Akhirnya saya bawa ke Rumah sakit Elisabeth,”ungkap Eduard.

Lalu korban bernama Antonius meminta bantuan perlindungan hukum ke kantor kami Eduard Kamaleng. Makanya karena beliau Antonius ini orang susah, saya siap membantunya.

Terpisah, Awak Media mencoba konfirmasi melalui personalia PT TIS ke lokasi perusahaan, belum bisa menjawab.

Hingga kini masih menunggu kepastian sebenarnya dari pihak perusahaan seperti apa sebenarnya.(*)

Kiriman : Taufik Ch

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA