Sabu Seberat 21 Kg Senilai 16 Miliar Diamankan oleh Tim Gabungan F1QR Koarmada I TNI AL

Sabu Seberat 21 Kilo senilai 16 Miliar Berhasil Diamankan oleh Tim Gabungan F1QR Koarmada I





WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Tidak ada habisnya, perairan Karimun sebagai jalur perlintasan untuk menyelundupkan barang haram narkotika jenis Sabu. Terbukti pada Sabtu (13/7/2019) sekitar pukul 06.50 WIB setelah melintas di perairan perbatasan pada koordinat 01 8.525′ U – 103 26.295′ T, Tim Gabungan F1QR Komando Armada (Koarmada) I menangkap seorang tersangka PI (31) warga Desa Pulau Kijang, Indragiri Hilir.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, yaitu dalam menyelundupkan Narkoba jenis sabu sangat rapih dengan menyamar sebagai nelayan, dimana melengkapi speedboadnya dengan perlengkapan mencari ikan. Selain itu oknum di Malaysia yang menyediakan sarana kepada pelaku menyembunyikan Narkoba di dalam badan speed yang dipress dengan fiber, sehingga seolah-olah merupakan kesatuan dari bahan material dari pada bagian badan speed tersebut.

Seusai menggelar Konferensi Pers di Mako Lanal Tbk, pada Senin (15/7/2019), Komandan Pangkalan Utama (Danlantamal) IV/Tanjungpinang Laksmada Pertama TNI Arsyad Abdullah menjelaskan bahwa, tersangka PI (31) berhasil diamankan berserta barang bukti sabu oleh tim gabungan F1QR pada, Sabtu pagi.

“Tersangka sendiri akan menyelundupkan sabu seberat 21 kilogram dengan nilai 16 Miliar Rupiah yang dibawanya dari Malaysia tujuan Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau di perairan Karimun Anak, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Arsyad.

Lebih dalam lagi, Jenderal Bintang satu yang pernah menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Pangarmatim tersebut, mengutarakan dari pengakuan tersangka PI sendiri, sudah berhasil dua kali menjadi kurir sabu dari Tembilahan ke Pekanbaru Riau. Dan ini merupakan yang ketiga kali dengan upah yang dijanjikan sebesar Rp200 juta, kalau berhasil membawa barang haram tersebut.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, tersangka PI mengakui seluruh perbuatannya. Dimana dengan berpura-pura sebagai nelayan, guna untuk mengelabuhi, speedboat di modif sedemikian rupa sehingga terkesan nelayan sungguhan.

“Seluruhnya sudah disiapkan dari Malaysia, dan saya sendiri hanya membawanya saja sampai ditembilahan,” ujar PI.

Seluruh barang bukti dibawa ke Mako Lanal Tbk untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut, yaitu diantara nya ATM Bank BNI, sebuah HP merk Oppo, satu buah HP merek Nokia, Uang pecahan Rupiah Indonesia Rp. 7.180.000,- Uang pecahan Ringgit RM. 3, dan Identitas KTP serta Paspor atas nama tersangka.

Tersangka sendiri telah disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun.

Pada pelaksanaan kegiatan konferensi Pers tersebut, turut serta dihadiri oleh Asintel Danlantamal IV Kol. Laut (P) Ari Aryono, S.E, Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro, S.E., M.Tr Hanla, Dandim 0317/TBK Letkol Arm. Rizal Analdie, M.Tr Han, Kapolres Karimun diwakili Wakapolres Kompol Jhon Heri Rakuta Sitepu, Pengadilan Negeri Humas Yudi Rosadinata, S.H, Kejaksaan Negeri Staf Pidum Randi, S.H, Kasi P2 KPPBC TMP B Karimun Martin, Kepala BNNK Karimun Kompol Ahmad Soleh, Serta Para awak Media, baik cetak, elektronik maupun Online.(*)

Kirimin : Aziz Maulana



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA