Tampung TKI Ilegal di Batam Bisa Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 15 Miliar – WartaKepri.co.id
10 views

Tampung TKI Ilegal di Batam Bisa Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 15 Miliar

Tampung TKI Ilegal di Batam Bisa Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 15 Miliar



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga tentang Pengungkapan Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kabid Humas didampingi oleh Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta, SIK, M.Si, Komandan KP Yudistira 8003, Akbp Handoyo S.IK, Rabu siang (17/7/2019) di Mapolda Kepri

Kasus ini diungkap pada hari Minggu, 14 Juli 2019, pukul 17.00 WIB, Personel Patroli KP Yudistira 8003 menerima informasi akan adanya pengiriman PMI (Pekerja Migran Indonesia) illegal yang akan berangkat ke Malaysia.

Personel Patroli KP Yudistira 8003 dilakukan penyelidikan ditemukan sebanyak 9 orang PMI dirumah penampungan Perumahan Pemko Batam (belakang Mall Botania 2 Batam Center) yang akan diberangkatkan ke Malaysia dan dapat diamankan 2 (dua) orang pengurus yang akan memberangkatkan PMI illegal ke Malaysia

Adapun, Barang bukti yang dapat diamankan 1 (satu) unit speed boat fiber warna biru bermesin tempel merek yamaha 3 x 200 PK. Untuk tersangka yang diamankan Lobing subandryo (36 tahun), sebagai yang mengurus keberangkatan 9 PMI illegal. Supiadi (35 tahun), membantu mengurus keberangkatan 9 PMI illegal

Tersangka Rudi (DPO) sbg koordinator pengiriman PMI, Rozi (DPO) sebagai pembawa PMI ke penampungan, Andi (DPO) sebagai pembawa PMI ke penampungan

Adapun untuk terduga tersangka dikenakan Pasal yang Pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang berbunyi ”orang perseorangan yang melaksanakan penempatan pekerja migran Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah)”.

Pasal 69 ”orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan pekerja migran indonesia”. Pasal 86 huruf c ”menempatkan pekerja migran indonesia tanpa sip2mi sebagaimana dimaksud dalam pasal 72 huruf c”. Pasal 72 huruf c ”menempatkan pekerja migran indonesia tanpa sip2mi”. Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Ditpolairud Polda Kepri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.(*)

Sumber : Humas Polda Kepri
Editor : Dedy Suwadha

Pendapat Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA


PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA