Pengukuran Batas Lahan Milik Ahli Waris Rusli Efendi Dibatalkan, Warga Meral Menggugat – WartaKepri.co.id
8 views

Pengukuran Batas Lahan Milik Ahli Waris Rusli Efendi Dibatalkan, Warga Meral Menggugat



PKP DREAMLAND

Warga RT/TW 01/03 Kelurahan Baran Timur Kecamatan Meral menggugat

WARTAKEPRI.co.id KARIMUN- Pengembalian batas lahan milik Hj. Rusminah melalui Ahli warisnya Rusli Efendi dibatalkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karimun pada Selasa pagi (20/8/2019). Tampak personil puluhan anggota TNI – Polri berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya pengambilan serta pengukuran lahan yang sudah memasuki negosiasi yang kelima kalinya tersebut.

Hadir pada kesempatan agenda pengukuran yang batal dilakukan tersebut, Trisno Kasi pengadaan tanah BPN kabupaten karimun, milik Ahli waris Rusli Efendi, kapolsek meral AKP. Hadi sucipto, camat, lurah, perwakilan dari Kodim 0317/Tbk serta kuasa hukum dari warga RT/TW 01/04 kelurahan baran timur kecamatan Meral, Muhajir.

Seusai penolakan pengukuran lahan seluas 28 ribu meter persegi atau sekitar 2,8 Hektar tersebut, kuasa hukum dari warga RT/TW 01/04 kelurahan baran timur kecamatan Meral, Akhmad Muhajir menjelaskan bahwa pada agenda ini guna menunjukkan batas-batas patokan lahan.

Namun tim kuasa hukum meminta legalitas selaku ahli waris untuk memperlihatkan legalitasnya suatu penetapan dari Pengadilan Negeri. Apabila ahli waris telah menunjukkan suatu penetapan dari pengadilan yang memutuskan bahwa yang bersangkutan ahli waris (Rusli Efendi.red), maka barulah dilakukan pengukuran.

“Kami tidak menghalang-halangi pihak BPN maupun keamanan, Jadi sebelum kita melakukan pengukuran, legalitas yang bersangkutan harus diperjelas, dan apabila legalitas tidak jelas kami dari masyarakat meminta kepada BPN jangan dilakukan pengukuran terlebih dahulu,” Tegasnya.

Lebih lanjut, Muhajir mengatakan warga akan menuntut yang bersangkutan atas dugaan keterangan palsu dan unsur tindak pidana apabila tidak dapat menunjukkan legalitas sebagai ahli waris yang sah.

“apabila keterangannya palsu akan kami proses dengan melaporkannya ke polres karimun,” jelasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, ahli waris Rusli Efendi tetap bersikukuh bahwa surat Legalitas itu dari kantor lurah dan bukan dari pengadilan.

Kasi pengadaan tanah BPN kabupaten karimun, Trisno mempertegas bahwa secara administrasi sertifikat milik Hj. Rusminah tahun 1991 yang diterbitkan berdasarkan surat tahun 1967 silam, adalah benar adanya di kantor BPN Karimun.

“Ahli warispun sudah saya perintahkan untuk menyiapkan seluruh berkas mulai dari awal mediasi, sampai akhirnya muncul agenda penetapan patokan batas lahan,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak BPN sendiri akan terus melakukan pendekatan secara persuasif, kepada pihak ahli waris Maupun dengan warga. Sebab pihaknya tidak berada pada jalur penegak hukum dan hanya menyampaikan bahwa ternyata diatas tanah tersebut ada sertifikat.

Selanjutnya BPN Kabupaten Karimun sendiri kini masih terus mengkaji sertifikat tahun 1991 tersebut yang dimiliki pihak ahli waris, serta kedepannya nanti akan dilakukan pengukuran batas lahan.

Agenda penetapan batas sengketa lahan akhirnya di tunda, hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya BPN sendiri membatalkannya. Warga RT/TW 01/03 kelurahan baran timur kecamatan Meral membubarkan diri masing-masing dengan aman dan kondusif.(*)

Tulisan : Aziz Maulana

Pendapat Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA


PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA