Lolos 5 Kali Masukan Berkilo Kilo Sabu ke Kepri, Akhirnya Tertangkap Juga oleh Polair Polda Kepri – WartaKepri
177 views

Lolos 5 Kali Masukan Berkilo Kilo Sabu ke Kepri, Akhirnya Tertangkap Juga oleh Polair Polda Kepri

Lolos 5 Kali Masukan Berkilo Kilo Sabu ke Kepri, Akhirnya Tertangkap Juga oleh Polair Polda Kepri

PKP DREAMLAND

– Luar Biasa! Polda Kepri Gagalkan Sindikat Peredaran Narkoba Jenis Sabu Sebanyak 30,83 Kilogram

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Kepulauan Riau kembali mengungkap kasus sindikat narkoba dengan barang bukti sebanyak 30,83 Kilogram jenis sabu pada Senin (26/8/2019) di Polda Kepri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S.Erlangga mengatakan bahwa modus dari 4 orang tersangka sindikat narkoba ini, terbilang luar biasa, pasalnya mereka para tersangka, sudah memperiapkan semuanya mulai dari spead boad alat tranportasi menuju OPL sudah disiapkan sebelum beraksi.

Video di Chanel Youtube WartaKepri TV :

“Sebanyak empat orang tersangka ini lalu diamankan setelah mendapatkan informasi. Kemudian jajaran Ditpolair polda kepri melakukan pengembangan dilokasi terduga sindikat narkoba jenis Sabu diamankan berinisial (PT) alias Dona di wilayah pantai Bengkong yang akan membawa barang ke arah Botania,”kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga Senin (26/8/2019) didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta.

Tersangka mengakui sudah lima kali melakukan aksi sindikat narkoba sepanjang tahun 2019. Masing masing tersangka memiliki peran yang berbeda dalam membawa barang bukti.

Erlangga menyebut, untuk upah yang mereka para tersangka diberikan satu kali pengiriman sebanyak Rp 15 juta perorang satu kali pengiriman dari DPO inisial AP.

“Untuk tersangka ini, Termasuk jaringan international dimana penyeludupan barang haram dari negara Malaysia hendak di bawa ke negara Indonesia. Jadi sudah jelas itu sindikat peredaran internasional,”sebut Erlangga.

Jadi ada 4 orang. Satu tersangka berinisial (IS) mengelabui petugas seolah sebagai pekerja kapal, lalu (SY) berperan pengambil barang, (PT) pengambil barang dari tersangka, kemudian (NS) penerima barang.

Dengan kejadian tersebut sebagai barang bukti diamankan, yakni 30 bungkus atau 30.083 gram sabu siap kemas. Kemudian 4 buah ember untuk menutupi sabu. Pasport, mobil toyota,”ungkap Erlangga.

Kepada tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2, undang undang Republik Indonesia (RI) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dalam hal ini memiliki barang dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup,pidana paling singkat 6 Tahun dan paling lama 20 tahun,”ucap Kombes Pol S. Erlangga.

Sementara itu, Ditpolair Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta didampingi Dirnarkoba Polda Kepri, menambahkan bahwa aksi sindikat narkoba ini bisa dikatakan sudah international dan melibatkan tenaga kerja asing. Semua sudah disiapkan. Tersangka menjelma Seolah sebagai teknisi sebuah kapal, dengan hal tersebut semua sudah diatur dari tersangka.

“Dari pengakuan tersangka, aksi mereka bukan pertama kalinya, melainkan Ini yang kelima kalinya aksi mereka jalankan. Pada umumnya kasus ini sama halnya dengan sebelumnya. Sejauh ini sudah disiapkan kapal pancung, mereka berangkat sudah digunakan sehingga mereka tersangka seolah mengaku sebagai teknisi kapal.

Benyamin menjelaskan, Tersangka ini Seolah olah masuk ke dalam kru kapal. Sehingga biasanya kita kan tidak detail betul memeriksa. Hasil pemeriksaan ujian laboratorium itu sudah positif.Tetapi hasil uji sudah menyatakan jenisnya metapetamin,”jelas Kombes Pol Benyamin Sapta.

Tersangka, kita amankan yakni wilayah Nongsa pulau putri. Setelah ditangkap dua orang ini langsung di kontrol delivery, kemudian untuk tersangka Agam (AG) saat ini masih DPO.

“Kita lakukan pengembangan maksimal mungkin. Karena sudah melibatkan jaringan luar. Melewati batas wilayah kita, untuk itu akan kita lakukan pengembangan tunggu saja informasi lebih lanjut lagi.

Semua tersangka positif memakai. Kalau penerapan pasal kepada tersangka paling berat. Apalagi teersangka juga membawa barang itu dari luar negeri. Intinya ini kita perjuangkan hukuman paling setimpal adalah hukuman mati,”tutupnya.

Tulisan :Taufik Chan

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA