WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Nama pusat perbelanjaan Mega Mall mendadak viral di Kota Batam. Pasalnya, di Mega Mall ini terjadi penusukan antara dua orang pekerja restoran. Sontak, bagi warga Batam, nama Mega Mall melekat dengan Mega Mall Batam Centre.
Viral setelah ada dua buah video rekaman pasca penikaman atau tindak pembunuhan yang menyebut nama Mega Mall beredar di media sosial.
Dari vidio berdurasi 19 detik dan 10 detik itu terlihat jelas darah di lantai pusat perbelanjaan itu. Namun siapa yang menikam dan siapa yang ditikam tidak terlihat lagi.
Nah, celakanya si perekam vidio itu mengatakan kalau pristiwa tersebut terjadi di pusat perbelanjaan Mega Mall.
Kapolsek Batam Kota AKP Ricky Firmansyah dengan tegas menyatakan kalau tindak penikaman itu tidak terjadi di Mega Mall Batam, melainkan di Mega Mall Jakarta.
“Sudah kami cek, tidak ada kejadian di Mega Mall Batam, yg di rekaman itu kejadian di mall daerah Pluit Jakarta,” ungkapnya.
Riki mengimbau agar masyarakat Batam tidak lagi menge-share vidio tersebut.
“Selain ada unsur sadisme karena ada darah di dalam vidio, juga kejadiannya tidak di Batam, sehingga jika masih terus disebarkan, bisa menimbulkan ketakutan pada masyarakat,” tegasnya.
Pelaku Penusukan Bernama Yogi
Sementara itu, dari Detik.com. menjelaskan kejadian penusukan gerawal dari cekcok soal pemecatan, Yogi (22) menusuk rekan kerjanya yang bernama Asela (46) di bagian leher. Keduanya merupakan pegawai restoran Banainai di Pluit Village.
Di Instagram resminya, @banainai_id memberikan penjelasan. Pihak restoran mengaku sedih.
“Sebelumnya, terimakasih banyak buat teman-teman yang sudah ikut khawatir dengan kejadian ini. Jadi, Nainai sudah dapat konfirmasi mengenai ceritanya. Sore ini, terjadi perseteruan di antara 2 staf Nainai yang mengakibatkan salah satunya terluka. Nainai sendiri sangat sedih saat mengetahui hal ini,” tulis akun @banainai_id, seperti dikutip pada Senin (26/8/2019).
Saat ini, Yogi sudah diamankan di Polsek Penjaringan. Sementara itu, Asela mendapat penanganan di rumah sakit.
“Sekarang ini, pelaku sudah ditangani oleh pihak kepolisian Penjaringan Jakarta Utara sedangkan Sela yang merupakan manajer dari Banainai Pluit sudah dirawat di rumah sakit Carolus. Nainai akan terus mengusahakan yang terbaik demi kesembuhan Sela,” kata Banainai.
Sebelumnya diberitakan, penusukan ini terjadi pada Minggu (25/8/2019) malam. Yogi diduga berang terhadap Asela karena akan memecat dan melaporkan dirinya kepada bos restoran.
“Pelaku mengajak ngobrol korban dengan alasan mempertanyakan pernyataan korban bahwa pelaku ingin dipecat dan dilaporkan ke bos bahwa telah memukul korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim.
Kronologi Kejadian
Yogi (22) diamankan polisi karena menusuk rekan kerjanya, Asela (46). Keduanya sempat terlibat cekcok karena Yogi takut dilaporkan dan dipecat bos restoran tempat mereka bekerja karena pernah memukul Asela.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim menjelaskan peristiwa penusukan itu terjadi di mal di Pluit, Jakarta Utara, Minggu (25/8/2019), sekitar pukul 15.30 WIB. Yogi dan Asela diketahui merupakan pegawai sebuah restoran di mal tersebut.
“Keduanya sempat cekcok mulut di TKP, lalu pada jam 18.00 WIB pelaku pulang ke kosan untuk mengambil pisau panjang yang ditaruh di belakang punggung diselipkan ke dalam baju,” kata Mustakim kepada wartawan, Senin (26/8/2019).
Setelah sempat mengambil pisau ke indekos, Yogi pun kembali ke mal sekitar pukul 19.30 WIB. Mustakim menyebut Yogi mengajak Asela untuk berbicara lagi.
“Sekitar jam 19.30 WIB pelaku datang kembali ke TKP untuk menemui korban dengan membawa pisau panjang tersebut,” tuturnya.
Namun, pembicaraan di malam itu tetap tidak menemukan titik temu. Mustakim menyebut Yogi menjadi berang dan mengambil pisau kecil di dapur restoran. Ia menusukan pisau ke leher Asela.(*)
Sumber : batamclick dan detik.com
Editor : Dedy Suwadha


























