Terpaksa Manual, Kapolsek Meral Beserta Danramil Padamkan Api Lima Jam

17

WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Selama lima jam, Kapolsek tebing AKP. Fian Agung Wibowo, berserta dengan Kapolsek Meral AKP. Hadi Sucipto dan juga Danramil IV/Tbk Kapten Inf. Agus Salim, pada Kamis (19/9/2019). Turut serta memadamkan api yang dibantukan oleh anggotanya beserta dengan warga RT IV, kelurahan darusalam kecamatan Meral barat, Karimun.

Pantauan dilapangan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini yang belum pasti penyebabnya tersebut, pertama kali dilakukan pada pukul 10.00 wib, sampai dengan pukul 10.45 Wib.

Beruntung saja Kapolsek beserta Danramil dan warga bergerak cepat terjun ke lokasi guna melokalisir wilayah yang terkena dampak Karhutla tersebut.

Kapolsek Meral AKP. Hadi Sucipto menjelaskan bahwa, Pemadaman Api berhasil dilakukan secara manual dan juga menggunakan alat semprot milik Polsek Meral dan Polsek Tebing serta satu unit mesin air Robin dari Polsek Tebing sehingga api tidak menjalar lebih luas.

“Namun pada pukul 11.15 Wib, kebakaran terjadi kembali akibat lahan gambut yg terbakar cukup tebal. Sehingga dilakukan pemadaman kembali,” ujar perwira asal Jogyakarta Jawa tengah tersebut.

Lebih lanjut, Hadi mengutarakan pada kebakaran yang kedua, pemadaman Karhutla dilakukan oleh petugas dari Polsek Meral sebanyak 10 personil, Polsek Tebing berjumlah 10, Koramil IV sejumlah 8 peronil, Satsabhara 8,
masyarakat 8 orang serta anggota Pemadam Kebakaran yang berasal dari PT. Saipem 1 unit dengan 8 parsonil.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

“Pemadaman dilakukan dengan cara manual dan menggunakan alat semprot dua unit milik Polsek Meral dan 2 unit milik Polsek Tebing serta serta unit mesin air milik Polsek Tebing,”terangnya.

Ungkap Hadi, dimana saat dihubungi berulang kali pemadam kebakaran milik Pemkab Karimun tidak juga hadir, maka Kapolsek Meral berinisiatif mengarahkan bantuan satu Unit Mobil pemadam kebakaran milik PT. Saipem Karimun.

“Dihimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan guna membuka lahan pertanian, apalagi lahan gambut,” tegas Hadi.

Ungkap Hadi, Permasalahan serta Kendala lainnya, yaitu lahan gambut yg sangat tebal sehingga menghambat pemadaman.

“Pada bagian permukaan Atasnya sudah dapat kita padamkan, akan tetapi pada bagian bawah menyala kembali apinya, Tinggi dan dalamnya semak belukar gambut yang terbakar membuat kami kesulitan untuk bergerak,” ujarnya.

Setelah berjibaku dengan api dan kepulan asap yang membumbung tinggi di langit bumi berazam selama kurun waktu 5 jam, pada pukul 15.15 WIB, si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan.

Selanjutnya dilakukan pendinginan agar api tidak kembali timbul, yaitu dengan cara menggunakan Armoured Water Cannon (AWC) milik Satsabhara dan mobil Pemadam Kebakaran milik PT. Saipem. Sekira Pada pukul 17.15 Wib, kegiatan pemadaman dan pendinginan lahan gambut selesai dilaksanakan.(*)

Tulisan : Aziz Maulana

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI