Wabup Anambas Jadi Irup Peringatan Hut Kepri ke-17

211

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (Pemkab KKA) melaksanakan upacara bendera peringatan hari jadi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ke-17 di halaman kantor Bupati, Selasa (24/9) pagi.

Wakil Bupati Pemkab KKA, Wan Zuhendra bertindak sebagai Inspektur Upacara dihadiri oleh Asisten 1 Pemkab KKA Zukhrin, Asisten 3 Administrasi Umum, Yendi MM, Lettu Rama mewakili Danlanal Tarempa, AKP Bob Ferizal mewakili Kapolres Anambas, Plt Danramil Peltu Amrul, Kepala KPHP VI KKA Jaeri Yanto, seluruh OPD dan SKPD Pemkab KKA.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Pemkab KKA Wan Zuhendra mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, membacakan visi dan misi serta sejarah pembentukan Provinsi Kepri.

“Ada beberapa bidang prioritas pembangunan yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri tahun 2016-2021,” kata dia.

PKP HIMALAYA

Pertama, lanjut Wan, adalah bidang infrastruktur. Pengembangan infrastruktur Kepri fokus pada beberapa proyek strategis yakni penataan kawasan pesisir Pantai Gurindam 12, peningkatan jalan menuju kawasan pusat Pemprov Kepri di Pulau Dompak, peningkatan jalan Simpang Franky-Simpang BNI-Simpang Underpass Pelita di Kota Batam, pembangunan jalan lintas barat di Bintan.

Kemudian, peningkatan jalan Coastal Area di Karimun, pembangunan jembatan Pulau Parit – Pulau Lumut di Karimun, peningkatan Jalan Musai – Simpang Kerandin di Lingga, pembangunan Jembatan Sungai Tengah 3 Ruas Jalan Bukit Leman – Trans Batubi di Natuna dan peningkatan Jalan Letung – Bandara Letung di Anambas.

Berikutnya adalah bidang perhubungan yang fokus untuk meningkatkan keterhubungan antar wilayah, serta mempermudah arus barang dan arus orang dengan proyek strategis seperti pembangunan Pelabuhan Kuala Riau dan Pelabuhan Tanjung Mocoh di Tanjungpinang, pembangunan Pelabuhan Sijantung dan Dermaga Ponton Pulau Kasu di Batam, pembangunan Terminal Simpang Lagoi dan Pelabuhan bongkar muat Tanjung Uban di Bintan.

Lalu, sambung dia, pembangunan Pelabuhan Parit Rempak dan Dermaga Ponton Tanjung Batu di Karimun, pembangunan Dermaga Ponton Benan dan Pelabuhan Pulau Berhala di Lingga, pembangunan Pelabuhan Penagi dan Dermaga Ponton Binjai di Natuna, serta pembangunan Dermaga Teluk Durian di Anambas.

Selanjutnya yakni bidang kelautan dan perikanan. Pembangunan di bidang ini masih difokuskan pada peningkatan produksi perikanan melalui pengadaan alat tangkap, mesin ketinting, pembangunan tambatan perahu untuk nelayan, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya sehingga dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap menjadi 304.038 ton, dan produksi perikanan budidaya menjadi 34.399 ton pada tahun 2018.

Bidang prioritas berikutnya, kata Wan adalah pendidikan yang tetap menjadi fokus utama pembangunan di Provinsi Kepri. Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA sederajat pada tahun 2018 adalah 92,12%. Sementara itu, Angka Partisipas Murni (APM) SMA sederajat pada tahun 2018 adalah 77,30%. Sedangkan, Angka Putus Sekolah (APS) SMA sederajat pada tahun 2018 yakni 0,42%.

Bidang kesehatan juga masuk dalam prioritas RPJMD 2016-2021 ini. Capaian pembangunan pada bidang kesehatan ini dapat dilihat pada beberapa indikator yang menunjukkan kualitas tingkat kesehatan. Seperti indikator kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup adalah 120 pada tahun 2018.

“Selanjutnya, angka kematian bayi per 1000 Kelahiran Hidup tercatat 15 pada tahun 2018. Sementara itu, angka persentase kekurangan gizi (underweight) pada anak balita 13% pada tahun 2018,” urainya.

Pada bidang pariwisata, Wan masih melanjutkan, capaian pembangunannya dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari 2,17 juta orang pada tahun 2017 menjadi 2,63 juta orang pada tahun 2018. Ini artinya mengalami peningkatan sebesar 21%.

“Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara meningkat dari 2,89 juta orang pada tahun 2017 menjadi 3,54 juta orang pada tahun 2018 yang artinya juga mengalami peningkatan yakni 22%,” jelas dia.

Adapun bidang berikutnya adalah pengentasan kemiskinan. Bidang ini merupakan merupakan salah satu komitmen pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kepri, yakni dengan melakukan verifikasi dan validasi basis data terpadu, guna mendapatkan penerima manfaat yang tepat sasaran.

“Alhamdulillah kita telah dapat mengurangi angka kemiskinan dalam tiga tahun terakhir (2016-2019) sehingga posisi relatif tingkat kemiskinan di Kepri lebih baik dari tingkat kemiskinan nasional,” kata dia.

Terakhir adalah bidang lingkungan hidup. Kata Wan, pembangunan di Kepri tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi semata, namun juga tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup. Pada sektor kehutanan, Pemprov Kepri sedang menggalakkan program perhutanan sosial.

“Yakni upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan melalui pengusahaan sekaligus pelestarian fungsi hutan,” tuturnya.

Pada peringatan hari jadi ini, Plt Gubernur Kepri juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh komponen di Kepri, mulai dari Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Alim Ulama, Cerdik Pandai, dunia usaha dan swasta, kalangan Pers serta masyarakat secara umum, atas semua partisipasi, bantuan dan dukungan dalam membangun “Bunda Tanah Melayu” Provinsi Kepulauan Riau sehingga dapat memperoleh prestasi dan berbagai penghargaan.

“Kami beserta segenap jajaran Pemprov Kepri juga memohon doa dari semua pihak agar dapat terus melaksanakan tugas dalam mengemban amanah membangun provinsi ini dengan menyinergikan semua potensi yang ada. Tentunya dukungan dari semua pihak sangat kami butuhkan, mari kita semua turun tangan dan bukan sekedar urun angan dalam mengisi pembangunan di Kepri,” pintanya. (rama)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel