Berikan Keterangan Berbelit-belit, Saksi Korban Penganiayaan di Karimun Panik





Wartakepri.co.id, Karimun – Terdakwa dugaan perkara penganiayaan terhadap remaja T-S (17) oleh Billy Bravomac salah satu pengusaha Hotel di Karimun, beserta tiga terdakwa lainnya yaitu Vincent, Michael dan Agustino kembali di gelar di Pengadilan Negeri Karimun, pada Kamis (17/10/2019), dengan agenda mendengarkan keterangan dari para saksi pelapor yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang.

Pada sidang yang digelar di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Tanjungbalai karimun yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim, Joko Dwihatmoko beserta hakim anggota Yanuarni Abdul Gaffar serta Yudi Rizadinata berjalan alot, dimana keterangan salah satu saksi J-O (18) yang juga turut didampingi penerjemahnya dalam bahasa Mandarin-Indonesia memberikan keterangan berbelit-belit.

Selain itu juga diperparah dari penyampaian Hakim menyebut keterangan yang diberikan saksi J-O yang nampak gugup tersebut berbeda dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ada di kepolisian.

Saat sidang ke dua tersebut digelar, Ketua majelis hakim sempat kewalahan dibuat oleh keterangan dari saksi J-O ini. Selain sulit untuk kominikasi, saksi J-O juga tidak sapat membaca dan juga tidak dapat berbicara bahasa Indonesia dengan baik.

“Saudara saksi J-O, kalau memberikan keterangan palsu dan tidak sesuai, akan di tuntut juga, keterangan saudara menentukan nasib ke empat terdakwa yang ikut pada sidang ini,” Tegas Ketua majelis hakim yang pernah bertugas di toli – toli Sulawesi tengah tersebut.

Bahkan, saksi juga sesekali sering menguap sembari memberikan keterangan yang berbelit-belit sehingga menyita waktu hang cukup lama.

“Coba saudara saksi ke belakang dulu untuk mencuci wajah dengan air, agar tidak mengantuk dan gugup,” pinta Joko.

Selain dari J-O tersebut, turut serta menghadirkan saksi A-L (14), yang masih dibawah umur. Kehadiran A-L dalam persidangan kali ini dengan didampingi oleh Bibi serta Dinas Sosial Karimun.

Sidang akhirnya akan dilakukan pada pekan depan Senin (21/10/2019) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU.

“Sidang akan dilanjutkan pekan depan, kepada para terdakwa baik-baiklah di dalam rutan, anda semua belum tentu menjadi tersangka pada kasus pemukulan dan penganiayaan ini,” imbuh Joko.

Diketahui sebelumnya, Billy bersama tiga terdakwa lainnya diduga telah melakukan penganiayaan yang sempat terekam CCTV, terhadap anak dibawah umur di Kelenteng Cetya Arya Deva pada 10 Agustus 2019 lalu. Akhirnya Billy CS bersama tiga terdakwa lainnya mulai mendekam di sel rutan Karimun sejak 8 Oktober 2019 silam.

AMA



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA