Satreskrim Polres Karimun Ungkap Tindak Pidana Perdagangan ABG di Perumahan Villa Garden – WartaKepri.co.id
10 views

Satreskrim Polres Karimun Ungkap Tindak Pidana Perdagangan ABG di Perumahan Villa Garden



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.CO.ID, Karimun – Jajaran Sat Reskrim Polres Karimun pada Sabtu (2/11/2019), berhasil mengungkap tindak pidana perdagangan orang di Perumahan Villa Garden RT.02/RW.02 Nomor 9, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing Karimun.

Kapolres Karimun AKBP. Yos guntur F.S, melalui Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP. Herie Pramono menjelaskan kronologi kasus pengungkapan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dimana pada Sabtu sore (2/11/2019), pukul 14.00 WIB, anggota Satreskrim melaksanakan penyelidikan di Villa No.9 Perumahan Villa Garden yang disinyalir telah melakukan TPPO.

“Dari hasil penyelidikan tersangka Muliaman Alias Pendek telah menampung orang (anak bawah umur), sebut Saja melati (16), sejak bulan Agustus 2019,” terang perwira yang baru sepekan menjabat kasat Reskrim di wilayah hukum Polres Karimun tersebut pada minggu (3/11/2019).

Lanjutnya, ungkap Herie, Korban yang dimanfaatkan sebagai pekerja seks komersil oleh tersangka ini, dengan cara menyediakan alat kontrasepsi jenis kondom, mencatat kegiatan korban pada sebuah buku dan menerima uang sebesar Rp. 1 juta.

“Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Sat Reskrim Polres Karimun melakukan penyidikan terhadap Muliaman alias Pendek sesuai dengan Pasal 2 UU 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 76I UU 35/2014
tentang Perlindungan Anak,” imbuhnya.

Ini merupakan prestasi kerja kedua kalinya Polri tahun 2019 ini, khususnya di wilayah hukum Polres Karimun.

Dimana Kepolisian Daerah (Polda) kepulauan Riau (Kepri) telah berhasil mengungkap kasus perdagangan orang Pada jum’at (6/9/2019) lalu di Komplek Villa Garden Nomor 58 A, Kapling Kecamatan Tebing Karimun.

Rumah pelacuran tempat yang digunakan untuk prostitusi milik Awi, dimana ditempat inilah para ABG dapat dipesan melalui jasa layanan online dengan para pelanggan yang beroperasi secara ilegal.

Keberhasilan yang telah dicapai berkat kerjasama yang baik antara Kepolisian dengan instansi terkait bukan tanpa tantangan. Hingga saat ini, masih ada kendala dalam melakukan pemetaan sindikat Perdagangan Orang yang melibatkan aktor-aktor lainnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Muliawan alias pendek akan dikenakan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 30 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. (AMA)

Pendapat Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA


PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA